Memilih OBGYN (dokter kandungan) tentunya jadi salah satu keputusan penting saat kita memasuki kehamilan. Honestly, saya sudah went through more than 5 OBGYN kayaknya karena saya punya riwayat Lymphoma Non-Hodgkin dan period cycle saya yang ga menentu. Berbagai macam faktor mulai dari harga, senioritas, review-review pasien lama, sampai ke masalah waiting time di klinik pun pasti jadi pertimbangan. So, let me introduce them, one by one ya.

  1. dr. Stephen V. Mandang SpOG (Siloam Hositals)
    (http://www.siloamhospitals.com/doctors/profile/drstephenvmandangspog.html)

    Saya visit dokter ini waktu sebelum married untuk pre-marital check up dan pernah sekali lagi di lain waktu karena haid saya stop untuk 4 bulan lebih.Kesan : Dokternya tenang, super friendly, keliatan banget smartnya, matanya tajam, dan yang paling penting GA MATRE (bukan tipe dokter jualan obat). Waktu itu saya minta rekomendasi untuk pre-marital check up, Dok cuma centang beberapa dan I was quite surprised kalo check Toxoplasma ga dimasukin ke dalam check listnya. Dok bilang, di Indo toxo termasuk rare case dan he didn’t think it’s necessary. Untuk haid saya yang lagi ‘macet’, Dok ga kasi obat apapun karena dia bilang it’s just a matter of hormones and stress level.

    Price : IDR 550k -ish just for consultation fee (Tahun 2015, siloam kebon jeruk. Rada lupa pastinya berapa)

    PROS :
    – TIDAK MATRE, bukan tipe jualan obat.
    – Detail banget ceknya, Dokter ini once of some doctors yang explained ke saya kalau rahim saya tipe retro (terbalik)
    – Sabar. Kayaknya I spent more than 30mins disitu, saya bawel banget nanya ini itu dan si dok dengan sabar menjawab semuanya
    – Menenangkan. Ada tipe dokter yang bawaannya sudah bikin panik, jadi pasien ikut panik. Kalo sama Dokter Stephen berasa calm aja. He knows what to do.

    CONS :
    – Dokter praktek di Siloam, which I don’t favor the hospital due to family history with its unprofessionalism

  2. dr Ong Tjandra MMPd SpOG (K)
    ( Klinik Sehati : Ruko Voronez, Jl. Raya Kelapa Puan Blok CA 24 No.16-17 Gading Serpong, Tangerang, Banten 15810)

    Saya visit Dok Ong di klinik Sehati, Klinik pribadinya yang berlokasi di Gading Serpong. Saya visit sekitar Desember 2016 karena direkomendasikan teman saya yang udah visit lebih dari 10 OB/GYN dan baru Dok Ong yang menemukan masalah PCOS di dalam rahimnya. Saat itu saya mau mulai program hamil dan berhubung Dok ini super amat sangat jago karena spesialisasinya juga di Onkologi (Saya ada riwayat cancer), jadi saya mau tanya-tanya ke expertnya is it safe or not to conceive. Dalam kunjungan itu, Dok Ong minta saya untuk melakukan PET/CT Scan lagi, untuk make sure semua sel kanker saya sudah dalam posisi dormant, intinya whether I am clean or not to conceive a baby. Dok merujuk ke MRCCC untuk saya do PET/CT Scan.Kesan : Dokter Ong ini termasuk dalam aliran natural, I didn’t say he’s into Eastern Medical Practice, but he believes that your health depends on what you eat. Dokter menyarankan saya untuk kurangi makan daging and try to be a vegetarian (which I did at that time before I got pregnant). Dokter Ong termasuk dokter senior yang matanya sangat detail dan ‘awas’ untuk bisa lihat adanya kelainan atau ngga. Oh, and he’s also one of the OB/GYN who tells me kalau rahim saya retro juga.

    Price : IDR 550,000 for consultation fee and USG

    PROS :
    – He’s a genius and a senior doctor
    – VERY VERY low profile. Dokter cuma pake sendal selop dan kemeja pendek. Kalau tidak tahu itu Dokter, maybe sudah looks like my grandpa
    – He goes with natural remedy not a medicine hardcore
    – Dokter juga praktek di RS Betsaida Summarecon Serpong dan RS Carolus Summarecon Serpong

    CONS :
    – antrinya LAMA banget. You need to book an appointment with him at least 2-3 months in advance, itupun bisa jadi baru dapet jadwalnya malem around 10-11pm ish. Karena during the day, Dok sibuk dengan operasi and the blah blah. Nah, considering waktu tunggu yang tidak masuk akal ini, so I decided not to see him anymore. Saya tidak sesabar itu buat booking dan waiting selama itu.

  3. dr Handaya SpOG
    (Klinik pribadinya di Jl. Citarum No. 2, Cideng)

    Dokter ini adalah dokter kandungan mama saya waktu hamil saya. I called him Dukun Bayi. He is a very famous and reputable OB/GYN senior di dunia ginekolog. Saya visit Dok Handaya untuk pertama kalinya waktu make sure whether I am pregnant or not, di kliniknya yang di Citarum. Even though Dokter mungkin udah hampir seumur Opa saya, tapi Dok masih tegap gagah, tdak ada tremor, seger banget.Dokter ini agak unik. He still uses the old USG Machine tapi mungkin karena Dokter udah bantu ribuan baby untuk lahir kayaknya semua sudah diluar kepala. Salah satu yang lucu, He measures a fetus weight cuma pake jengkalan tangannya, dan amazingly he could tell nanti pas lahir beratnya berapa dan selalu bener!

    Moreover, Dok Handaya juga termasuk aliran lahiran PRO-normal hardcore dan anti obat-obatan ga jelas. Saya visit ke Dok Handaya sampai usia kehamilan 20 minggu, dan during that time saya ada tanya mengenai apa perlu saya USG 4D, simpan cordblood, sampai test NIPT (untuk tau kelainan syndrome-syndrome tertentu). Ini jawaban om Dokter :
    – USG 4D : ini ga ada kelainan, semua sehat ngapain buang duit buat liat ampe detail.
    – Cordblood : boleh aja simpen, tapi di Indo itu medicalnya belum sanggup untuk apply kalo amit2 mau beneran dipake, jadi minimal harus di spore, dan biayanya itu itungan M, coba deh tanya sama si provider.
    – NIPT : terus kalo udah tau ada kelainan, mau digugurin? Saya cek semua sehat kok. His responses made me laugh, karena memang iya masuk akal sih.

    Dokter ini bukan tipe matre. Dokter ini very reputable karena beliau mengajar juga di UI, so banyak dokter-dokter muda sekarang yang sebenernya murid si Dokter. BUT if I tell you how much do I pay him for a consultation and USG, you might not believe me karena tidak sebanding dengan kejeniusan dan kepopuleran doi. Oh btw, I quit seeing him not because I have problems with him, tapi karena Dokter cuma bisa perform lahiran di RS Medistra dimana itu RS umum and saya mau lahiran di RSIA.

    Kesan : Dokter nya nyablak banget. Try to ask him panjang bayinya berapa etc, beliau pasti cuma jawab ‘tenang aja cukup’. Atau coba tanya tentang mitos ini itu, pasti nanti diomelin haha. Dokter anti banget sama obat-obatan dan vitamin tidak jelas. Dok cuma kasih vitamin Folavit di trimester 1 dan begitu masuk trimester 2 jadi folamil genio dan cal95. that’s it. Ada pantangan makan? NOPE. Eat everything tapi try to avoid seafood dari laut jawa dan raw food. OH OH, he is also one of the OB/GYNS yang tells me kalau rahim saya retro.

    Price : IDR 500,000 for consultation fee and USG (So freaking cheap!)PROS :
    – Dokter Senior yang sudah perform more than 28 years ago so he knows thousands of cases.
    – PRO-NORMAL (lahiran) hardcore. Bayi sungsang aja bisa dilahirin normal sama doi
    – Tidak matre dan Tidak jualan obat

    CONS :
    – Kliniknya sudah tua banget, malahan banyak yang kesana udah oma-oma
    – He can tell details to you, tapi he could be quite stern. Mungkin karena he knows what he does dan sometimes kita bumil suka over paranoid
    – Dokter cuma bisa perform lahiran di RS Medistra (which is itu RS umum, if you’re like me yang lebih comfortable di RS khusus ibu dan anak, mungkin you might find this as an issue)

  4. Dr Irham Suheimi SpOG
    (http://www.morulaivf.co.id/id/doctor/dr-irham-suheimi-spog)

    Setelah dari Dr Handaya, saya dan hubby memutuskan untuk ke Dr Irham Suheimi di RSIA Bunda. Why? Merely because hubby, in-laws sama my parents maunya saya lahiran di RSIA Bunda, karena mereka dulu melahirkan di Bunda. Siapa sih yang ngga kenal RSIA Bunda Menteng, RS-nya artis dan yang terkenal waktu tunggunya bisa bikin pantat rata. So, Why did I choose him? Sebenernya awalnya mau milih Prof dr Joso, tapi karena om dokter baru praktek sore dan baca-baca dari blog orang kalau waiting timenya bisa sampe jam 11 malam, dadah goodbye deh. Lagipula, saya tinggal Tangerang dan RSIA Bunda ada di Menteng, well you can imagine. So among any other OB/GYN I chose dr Irham.

    Kesan : Dokternya super friendly, begitu masuk disambut dengan senyum hangat dan ceria, walaupun itu pasti udah begadang berapa malem hahaha. Suaranya menenangkan dan he looks smart. During some visitation, kadang dokternya suka terburu-buru, mungkin mengingat antrian pasiennya yang mengular ya. He gave me his cellphone number so you can whatsapp him anytime, tapi expect slow response ya.

    Price : IDR 585,000 consultation fee and USG (RSIA Bunda)PROS :
    – Dokter ini terkenal banget sama tangannya yang dingin dan kerjanya rapi (in case you need stitches down there)
    – Kalem dan friendly jadi kita tdak panik
    – Humoris. Tiap kali visit selalu becanda-becanda terus.

    CONS :
    – He’s so famous, so Dok hampir selalu ada tindakan, jadi expect penambahan waktu tunggu 1-2jam. Tiap visit saya selalu datang paling pagi jam 5.30 am demi dapet no antrian nomer 1, dan berakhir baru ketemu dokter jam 10-11ish. LOL. Oh, mereka tidak akan kasi tau dari awal kalau dokter ada tindakan, so biasanya setelah pantat kebas menunggu 3 jam, pas kita tanya ke suster baru deh mereka kasi tau kalo dokter lagi tindakan. Mana kursinya tdak bersahabat buat pantat bumil
    – I think the cons lebih ke RSnya yah. Entah karena sudah terkenal atau gimana, but suster-susternya agak songong as if they want to say : u need us, we dont need you.
    – Waktu perjalanan dan waktu tunggu akhirnya membuat saya memutuskan untuk quit seeing him, karena takut in case of emergency, it’d be too late.

  5. dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG (K-FER)
    (http://www.antotehe.ga/2015/05/dr-med-ferdhy-suryadi-suwandinata-spog.html)

    **UPDATE**
    Karena banyak yang tanya, jadi saya infokan kalau beliau ada klinik sendiri di : APOTIK DHARMA HUSADA, JEMBATAN DUA. Bisa dicari di google. Kliniknya punya alat super lengkap, lebih keren dari di RS malahan, bisa USG 4D dan bahkan papsmear juga.
    (Praktek di Siloam Hospitals dan RSIA Grand Family)

    Nah, ini dia Dokter ganteng, lucu, super baik, ramah, reachable yang akhirnya saya putuskan untuk jadi dokter yang bantu Sammy keluar dari rahim saya. Awalnya saya di-introduce ke Dok Ferdhy lewat temen saya yang sukses IVF setelah 3 tahun penantian dan jackpot dapet triplets. Dokter ini  lulusan jerman yang juga merupakan tangan kanannya Dokter Ong Tjandra. Dok Ferdhy terkenal banget dengan tangan dinginnya (mulai dari IVF, inseminasi sampai operasi laparoskopi yang njelimet itu).

    Let me tell you my story… Up until I was 28 weeks pregnant, saya masih pegang 2 dokter kandungan : Dr Irham Suheimi dan Dr Ferdhy Suwandinata. Why?1. The whole family masih insists saya untuk lahiran di RSIA Bunda, BUT hati dan insting saya maunya lahiran sama Dr Ferdhy. Ada chemistry dan rasa peaceful yang saya dapat dengan dr Ferdhy, even though both doctors are seriously geniuses and super kind.
    2. Karena lokasi saya di Tangerang, it would be easier for me to reach Dr Ferdhy di PIK daripada di Menteng, in case of emergency (dan terbukti akhirnya, wait a minute, I will tell you.)

    Sekitar awal October 2016, saya ada visit RSIA Grand Family with my parents, dan honestly judging from its price compared dengan hygien dan fasilitas, harga itu OVERPRICED banget! So my parents tetap insisted untuk saya lahiran di RSIA Bunda. Until there came an emergency situation.

    It was Tuesday morning, usia kandungan saya masuk 32 weeks. Biasanya unyil aktif heboh ga berhenti mulai dari jam 6 sore sampai subuh, tapi di hari itu mulai dari jam 3 sore hari sebelumnya saya sama sekali ga merasakan gerakan apapun dari unyil sampai jam 10 pagi besokannya. Panik dong! I tried to call RSIA Bunda untuk ketemu Dr Irham, tapi ga bisa karena appointment harus minimal 2 minggu sebelumnya. I tried to call Dr Handaya, tapi katanya saya baru bisa ketemu dengan nunggu jam prakteknya nanti malam. Ditengah kebingungan itu sembari siap-siap mau ke Dr Stephen Mandang di Siloam Karawaci, saya whatsapp Dr Ferdhy. Dok akhirnya replied pas saya baru jalan dari rumah dan bilang kalau Dok yang akan ke serpong supaya saya lebih dekat dan suruh saya untuk ke klinik Dr Ong saja supaya Dok bisa bantuk cek. I was like, seriously?? By the way, saat itu he knew loh kalo saya bakal lahiran bukan sama beliau tapi sama dok Irham, but still diluar jam prakteknya, Dok mau bantu untuk cek unyil yang mamanya ini udah nangis-nangis heboh.

    So…….. I told my hubby,’ Aku akan lahiran sama Dok Ferdhy, no matter what your parents and my parents said. This is a cue from God and universe.’ Coba deh, mana ada dokter yang bela-belain drive all the way dari Pluit buat periksa yang bukan pasiennya, mana turned out dia ada operasi juga di Betsaida Serpong pas itu.

    Kesan : I’ve never found Dokter yang teliti, super humble dan baik banget kayak gini. Guess what, saya USG 4D dengan Dok Ferdhy hanya bayar IDR 200,000 di kliniknya. Yes, you heard me right. Itu USG lengkap 4D loh untuk liat organ vital. Saya USG 4D 2 kali karena dokter bilang usia kandungan 18-22 week paling pas untuk cek organ vital (selebihnya sudah ketutup lemak), dan usia kandungan diatas 28 week untuk cek muka.

    Price : IDR 500k ( Klinik Sehati) dan IDR 250k (Klinik Dharma Husada). IDR 350k (RSIA Grand Family)

    PROS :
    – Genius dan matanya tajem (detail). Di week 16, Dok uda bilang kalau unyil is a boy. Di week 22, Dr Irham bilang unyil was a girl. unyil emang bandel banget, 6 kali USG dia selalu nutup pahanya. Daaaaaannn… terbukti Dr Irham merevisi kalo unyil ternyata is a boy. Sampe di week 32, juga dari USG 4D terlihat testisnya unyil
    – Kalem dan humoris. Dr Irham bilang kalo unyil lehernya kelilit tali puser, yang turned out setelah diliat sama Dr Ferdhy, tali pusernya cuma ngalung, not even sampe ke tengkuknya unyil
    – easy to contact and reachable. You know what, lagi malem takbiran jam 12 malem aja beliau reply whatsapp saya pas saya panik karena kaki bengkak kayak kaki gajah. (waktu itu baru 1 kali cek ke beliau)
    – genuinely kind hearted. You read my story.
    – ga matre dan anti obat-obatan
    – he looks like marcelino lefrandt, in short he’s so good looking. LOL. Oh well, this is a bonus. :p

    CONS :
    – I don’t have any cons on him except that he could only perform lahiran di RSIA grand family yang overpriced

Jadi, demikianlah hasil review saya dari OB/GYN shopping selama ini. Main rule saya adalah saya ga mau dokter matre dan jualan obat. Dan berhubung saya niatnya mau lahiran normal, I looked up for doctors yang memang Pro-Normal. Semua dokter yang yang saya elaborate di atas itu dokter-dokter terkenal, pinter banget dan all of them are reputable. Some circumstances dan chemistry yang bikin saya decided untuk settle dengan Dr Ferdhy Suwandinata (despite the fact of RSIA Grand Family). Mungkin ini kali ya yang namanya pilih dokter itu cocok-cocokan. I hope my post helps you out. Good luck with your pregnancy!

Here is a sneak peak of my little munchkin :

img_1680

my little munchkin, 32 weeks

p.s : SEMUA HARGA mengacu tahun 2016. Please do message me, should you have any question that I could help you with.

Cheers,

Mommy Sammy