Konnichiwa! Mari kita lanjutkan field report dari Japan Trip ini . Hari ketiga di Jepang, kami mengunjungi the famous Mount Fuji. Cuaca hari ini lebih dingin dibanding hari sebelumnya karena diprediksi akan turun salju di area Mount Fuji. Waktu trip kami ke Jepang ini sebenarnya ada pergeseran musim dimana seharusnya sudah musim semi, tapi masih musim dingin, jadi masih banyak sakura yang belum bermekaran di awal kedatangan kami.

Ada banyak cara untuk ke Mount Fuji, tapi untuk menghemat energi kami memutuskan untuk naik KEIO Bus. KEIO Bus ini akan mengantar dari Shinjuku Station ke Kawaguchiko Station, dimana tarifnya 1,750 yen untuk sekali jalan.  Tiket KEIO Bus dapat dibeli langsung di counter, saran kami datanglah lebih pagi karena ternyata cepat sekali habis tiketnya. Waktu itu kami datang sekitar jam 8 pagi dan kami dapat jadwal jam 11:40. Iseng, saya coba tanya apa bisa waiting list kalau ada penumpang di jam selanjutnya yang tidak datang, dan ternyata bisa! Jadi, jangan lupa untuk mencoba waiting list. Walaupun perjalanan hanya kurang dari 2 jam, tapi tetap saja terlalu mepet kalau sampai Kawaguchiko Station sudah lewat dari jam 12.

Ada toko yodobashi besar di dekat KEIO Bus Station
Shinjuku KEIO Bus Terminal
Tiket Bus dengan Seat Number

Sesampainya di Kawaguchiku Station, kita masih harus naik Retro Bus untuk ke Mount Fuji. Rencana awal kami mau ke Fuji 5th station, tapi ternyata jalur trekking ditutup. Oh ya, Retro Bus ini akan berhenti di station-station MENUJU ke Mount Fuji ATAU ke Lake Kawaguchiko. Station-station ini ada di map yang ada di kawaguchiko station. Jadi tentukan saja dulu tujuannya mau kemana karena Mount Fuji dan Lake Kawaguchiko letaknya terpisah. Sistem naik busnya pun mudah, tinggal hop on hop off. Seingat saya biayanya 200 yen untuk one way. Harap diingat, bus ini cepat sekali penuh dan akan terus diisi sampai benar-benar penuh.

Jangan salah platform ya untuk naik busnya

MOUNT FUJI

Tempat kami hop off ini area untuk bersantai menikmati pemandangan Mount Fuji. Ada perkebunan yang saat itu belum bersei kembali pepohonannya dan ada kursi-kursi kayu untuk area duduk. This is the closest we can be to see Mount Fuji karena jalur pendakian dari 5th station sedang ditutup.

Mengingat waktu sudah mepet dan cuaca sudah sangat mendung, kami memutuskan untuk langsung saja straight ke Mount Fuji. Fuji-san tidak terlalu terlihat karena langit gelap dan salju mulai turun.

Langit sangat gelap dan Fuji-san tertutup salju
Kami bertemu real Hachiko disana!
we were freezing!

Setelah puas berkeliling area Mount Fuji, kami memutuskan untuk kembali karena mau mampir ke Kachi-kachi ropeway.

 

KACHI-KACHI ROPEWAY

View dari Cable Car
View dari Cable Car

Kachi-kachi ropeway ini sebenarnya observation deck yang terletak di kaki Mount Tenjo, dimana kita akan dibawa naik setinggi 400 meter dengan menggunakan cable car untuk sampai di observation decknya untuk melihat pemadangan lake kawaguchiko dan Mount Fuji. Sayangnya Mount Fuji sudah benar-benar tidak terlihat saat itu. Biayanya sekitar 800 yen untuk round trip.

Di area kachi-kachi ropeway ini pun banyak yang bisa dilakukan diantaranya : Usagi Shrine, Kawarake Throwing dan Bell of Tenjo.

Usagi Shrine

Hubby prayed in the usagi shrine

Kuil kecil ini dibangun untuk keselamatan dan kekuatan para pengunjungnya. Ada 2 patung kelinci yang ‘menjaga’ kuil ini. Usagi dalam bahasa jepang artinya kelinci. Konon katanya kalau kita berdoa pada kelinci di kuil kecil ini kita akan mendapat keselamatan dan kekuatan. Sebenarnya kami tidak percaya hal-hal seperti ini, but it’s just fun to do and it’s harmless to do. Cara untuk berdoa di kuil ini :

  1. Pegang kepala kelinci yang ada di sebelah kanan (dreaming rabbit) untuk beroleh hikmat
  2. Pegang kaki kelinci yang ada di sebelah kiri (fuji rabbit) untuk beroleh kaki yang kuat (kekuatan)
  3. Terakhir, say ‘hello’ ke kelinci utama yang ada di dalam kuil kecil
  4. Ucapkan doa permohonan, lalu katupkan kedua tangan membungkuk dua kali, tepuk tangan 2 kali, dan membungkuk hormat terakhir

Bell of Tenjo

Bell of Tenjo

Ini salah satu yang paling populer disana. Banyak orang antri untuk membunyikan bell untuk keberuntungan dalam percintaan dan untuk kesehatan keluarga. Kami pun pastinya ikut mencoba. Tapi ada tata caranya loh. Kalau kalian berdua dengan pasangan, begini caranya :

  1. Si pria sambil memandang mata pacarnya, membunyikan bel sekali
  2. Si wanita sambil memandang mata si pria, membunyikan bel sekali
  3. Berdua membunyikan bel bersama lalu mengucapkan doa untuk perjalanan cinta mereka, lalu bunyikan bel terakhir sekali lagi

Kami tidak sempat untuk melempar cawan di kawarake throwing karena saat itu cuaca sudah sangat gelap dan antriannya masih panjang. Karena kami sudah tidak kuat dengan dinginnya salju, akhirnya kami memutuskan untuk pulang kembali ke Kawaguchiko Station. Sembari menunggu bus kami sempatkan membeli fuji cookies di dekat tempat menunggu bus yang akan pick up kami dari kachi-kachi station menuju kawaguchiko station.

Fuji Cookies. Ada 3 rasa dan it tastes SO GOOD

Sesampainya di Kawaguchiko Station ternyata kami masih harus antri untuk bus yang membawa ke Tokyo datang. Waktu masih menunjukkan sisa 1 jam sampai bus datang, jadi kami memutuskan untuk makan siang dulu disini. Tempat makannya pun ada di dalam station ini dengan pilihan makanan beef korokke dan pork rice bowl. Karena sudah sangat lapar, jadi ya sudah lah. Tapi ternyata enak loh!

Korokke
Pork Rice Bowl

Demikianlah akhir perjalanan hari ketiga kami di Mount Fuji. Walaupun tidak terlihat jelas, at least kami sudah sempat say hello ke Fuji-san. Sayonara!

Cheers,

Mommy Sammy

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 Comments

  1. Mau tanya pas balik dari kachi2 ke kawaguchiko station beli tiket retro busnya di halte kachi2nya atau gimana ya ?? Trus jadwal retro bus nya itu sampai jam berapa ya? Terimakasih

    1. bayarnya cash langsung sis, cemplungin koin gitu ke kotak di dalam busnya 🙂 setau aku cuma ada sampai jam 5 sore