Push walker adalah salah satu tools yang sekarang ini banyak digunakan untuk menggantikan baby walker. The American Academy of Pediatrics sudah lama melarang penggunaan baby walker, karena melalui studi yang dilakukan bertahun-tahun, tidak terbukti bahwa baby walker bisa membuat anak bisa berjalan lebih cepat, justru malahan bisa membuat perkembangan motor dan mental si anak jadi melambat. Studi menemukan penggunaan baby walker justru lebih banyak menimbulkan kecelakaan daripada faktor positifnya. Kalau alasannya supaya anak bisa ditinggal sambil ibunya bisa kerja, sekarang ini ada pilihan yang lebih baik seperti play fence.

Pada kunjungan saya yang terakhir dengan dr Luh (dokter spesialis rehab medik di RS Bunda Menteng), saya dijelaskan dan ditunjukkan bahwa penggunaan baby walker itu justru melatih otot yang salah yaitu otot pinggul, bukan otot kaki. Memang sih pada kenyataannya jaman saya kecil dulu baby walker banyak digunakan, dan kita semua bisa jalan sekarang (saya juga termasuk pengguna waktu kecil). Kembali lagi, sebagai orang tua yang sudah bisa melek informasi, untuk sebuah produk dikatakan baik atau berdampak buruk, pastinya dibutuhkan penelitian bertahun-tahun. Nah, push walker ini mungkin bisa jadi solusi pengganti yang lebih baik dari baby walker.

Everybody knows saya termasuk geng anti baby walker untuk anak belajar berjalan. Sebagai gantinya saya lebih memilih push walker. Sudah lama saya mengincar push walker little tikes ini, dari jaman Sammy masih newborn, bukan si lion sejuta umat itu. Di post ini saya akan jelaskan mengenai push walker favorit saya.

Seperti apa kriteria push walker yang oke menurut mommy sammy?
– sturdy, stabil, lumayan berat sehingga anak bisa bertumpu tanpa terjungkal
– roda dari karet, dan ada traction control, jadi bisa diatur tingkat kecepatan meluncur rodanya
– ada lights and sound, karena anak umur segini (9-15 bulan) suka denganlights dan cause-effect things (dipencet bunyi misalnya)
– activitiesnya banyak, bukan hanya untuk main tapi sekaligus BELAJAR

Kenapa memilih little tikes 3in1?
– kokoh banget, mau dari depan, samping, ngga akan terbalik, karena lumayan berat
– roda dari karet dan bisa diatur kecepatannya dengan pindahin traction control dipindah ke lubang2 itu (lihat gambar). Rodanya ngga licin kaya si lion, karena lion dari plastik.

tombol orange itu traction kontrolnya, tinggal diturun naikkan pindah lubang saja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– bisa dilipat untuk dimainin sambil duduk

Tombol untuk lipat pushwalker jadi bisa dimainkan sambil duduk, tinggal tarik lalu putar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– buletan ditengah itu lights proyektor yg bisa memproyeksikan lampu2 dan lagu kalau alatnya berjalan,  jadi anak tertarik buat mendorong

buletan yang gambar muka smiley itu proyektor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– ada activites untuk belajar warna (red, blue, green), suara binatang, peek a boo, belajar spinning, following pattern curvy dan lainnya.

Sampai sekarang Sammy ngga bosan sama mainan ini dan sayasuper happy with this thing. Menurut saya ini barang BAGUS BANGET, dan kalaupun beli, worth the price. Sebelum saya decided pilih push walker ini sy uda bandingin 3 jenis ya : lion, vtech, littletikes, dan pilihan jatuh sama little tikes.

Anaknya ngusruk ngga kalau pakai push walker? Ini pertanyaan exactly yang saya tanyain ke beberapa temen saya yang sudah pake push walker. Awal-awal belajar pasti jatuh, sama saja kayak belajar naik sepeda, karena dia belum bisa kontrol kekuatan dorong. Jadi kalo saya, pushwalkernya saya jagain dulu, biar belajar melangkahkan kaki. Kalau udah lancar, pegang di pinggul si anak, jadi kalo ngusruk, tangan kita siap ambil. Selanjutnya, taruh tangan kita DI DEPAN perut si anak, tapi jangan dipegangin/disentuh, jadi kalau masih ngusruk tangan kita bisa jadi bemper. Setelah itu semua lancarrrr 😊 Semoga membantu

Video lengkap alatnya bisa dilihat disini, dan untuk penggunaannya bisa dilihat disini.

Cheers,

Mommy Sammy