/ / Bayi menangis terus? Mungkin itu colic

Bayi menangis terus? Mungkin itu colic

|

Waktu Sammy berumur 3 minggu sering sekali tiba-tiba dia bisa menangis sampai berjam-jam, kalau sudah bisa tidur dan saya taruh di ranjang pun dia selalu cranky. Mana saat itu produksi ASI saya masih kejar-kejaran dengan kebutuhan Sammy. It was totally chaotic. Sebagai ibu baru saat itu saya benar-benar stress. Mama saya bilang Sammy kembung, masuk angin, perutnya ga enak dan lainnya. Semua cara sudah dicoba dan saya bahkan bawa Sammy ke dokter, hasilnya adalah Sammy sehat dan normal. Tidak ada dokter yang mentioned kalau ini colic, sampai akhirnya saya menyeletuk ‘apakah ini colic’. Menurut saya akan lebih baik kalau dokter bisa mengeluarkan diagnosa lebih awal sehingga orang tua baru bisa prepare of what is coming.

Satu hal yang aneh saat itu adalah Sammy bisa tidur dengan tenang kalau saya peluk. Saat itu ASI saya baru perlahan naik produksinya tapi yang membuat saya jadi kecil hati karena Sammy nenen bisa setiap jam tidak berhenti. Saat itu tidak ada yang memberitahu saya tentang colic dan growth spurt, sampai akhirnya saya join beberapa forum di luar dan dalam Indonesia. Jawabannya adalah hal yang dialami Sammy ini umum terjadi, namun masih kurang informasi di Indonesia. Apa itu colic? Mari kita bahas satu per satu ya.

Di post ini saya akan bahas dulu mengenai colic pada bayi sesuai pengalaman saya dengan anak saya.

Apa itu colic?

Yang perlu dipastikan dulu, colic itu bukan penyakit, tetapi lebih ke behaviour si baby yang super rewel. Jadi baby bisa dibilang colic kalau menangis lebih dari 3 jam sehari dan terjadi lebih dari 3 kali dalam seminggu. Kondisi baby yang rewel seperti ini pun baru bisa dikatakan colic jika dialami oleh baby dibawah 5 bulan. Kondisi seperti ini biasa dimulai saat bayi berumur 2 minggu ke atas dan biasanya walaupun tidak bisa diprediksi, colic akan hilang sendiri sekitar usia 3 bulan (Sammy baru selesai colicnya setelah usia 3 bulan).

Darimana saya tau anak saya colic?

Saya akan coba jabarkan ciri-ciri yang anak saya alami ya :

  • Pertama, Sammy bisa menangis berjam-jam nonstop walaupun sudah nenen dan sudah ganti pampers
  • Kedua, biasanya kondisi seperti ini terjadi di kisaran jam yang sama. Sammy selalu mulai cranky di jam 9 malam
  • Ketiga, perut Sammy berbunyi kalau di ketuk pelan, makanya sering dikira kembung
  • Keempat, Sammy sering angkat-angkat kaki ke perut dan ngeden ngulet, lalu bersuara seperti kambing ngembek. Tangannya pun begerak-gerak aktif sampai sering ga sengaja memukul kepala sendiri.

Apa yang menyebabkan colic?

Sejujurnya penyebab ini masih misterius. Banyak teori namun semua masih berupa kumpulan data dari survey. Dari hasil saya konsultasi ke beberapa dokter, colic bisa terjadi karena si anak overwhelmed dengan lingkungan baru dia, dimana cahaya, suara, dan rasa nyaman di luar kandungan sangat berbeda dengan keadaan di dunia. Jadi untuk melepas stress karena over stimulus, anak menangis terus menerus. Kedua, sistem pencernaannya belum sempurna. Ketiga, karena perutnya gassy entah karena nangis sehingga angin masuk atau karena saya saat itu makan makanan pencetus gas, atau bisa juga karena setelah nenen tidak saya burp. Keempat, acid reflux, di pada Sammy kasusnya beberapa kali muntah bentuknya lendir dengan cairan seperti yoghurt putih-putih (bukan gumoh ya). dan berbagai macam penyebab lain yang tidak dapat dijelaskan.

Bagaimana cara menyembukan colic?

Sayangnya sampai sekarang tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan karena ini bukan penyakit, tapi kita orangtua bisa MENGURANGI rasa tidak nyaman yang dialami si baby. Pada Sammy saya mencoba banyak sekali cara. Saat fase colic Sammy yang parah sekali (Sekitar usia 6 minggu), dia baru akan tidur kalau saya peluk (posisi craddle) dan walaupun sudah pules, kalau saya taruh, dia akan nangis kejer ga berhenti. Nah, kalau tidur sambil dipeluk, dia bisa tidur tanpa ngeden ngulet, tapi kalau ditaruh, langsung deh dia mulai ngeden ngulet dan nangis dengan suara tinggi.

Lalu, saya juga mencoba beberapa anti-gas remedy dari yang traditional seperti dedaunan (dibahas di next post) sampai yang dari dokter berupa probiotik (interlac). Oh ya, saya juga ga lupa selalu pijat Sammy setiap pagi dan sore terutama di bagian perut dengan menggunakan minyak kelapa homemade dicampur telon. Hal ini bisa membuat Sammy lebih relax.

Apakah berhasil?

At times berhasil, tapi terkadang gagal juga. Dan jika ga berhasil, ya sudah Mommy Sammy hanya bisa terus peluk Sammy sambil dia tidur dan saya hanya tidur paling sekitar setengah jam sampai 2 jam setiap harinya.

Pesan saya, bersabarlah, toh kondisi seperti ini tidak akan terus menerus kok. Sammy hanya colic sampai 3 bulan. Biasanya kalau anak colic ini selalu mau nempel sama ibunya, jadi jangan ragu untuk menggendong dan memeluk. Ga usah takut dengan mitos ‘bau tangan’ karena toh Sammy juga ga bau tangan sampai sekarang. Baby hanya bisa melampiaskan amarah dan stressnya lewat tangisan, dan jika hal itu terjadi yang dia tau tempat pelarian dia hanya ibunya.

For the world you may be only one person, but to one person (your baby), you are the entire world

Cheers,

Mommy Sammy

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.