Sammy sekarang sudah berusia lebih dari satu tahun dimana sudah bisa mendapat vaksin Japanese Encephalitis. Kemarin ini saya sempat keliling RS mencari vaksin ini yang habis dimana-mana, akhirnya saya dapat di RS PIK Jakarta, dengan harga IDR 386,000, diluar konsultasi dokter dan admin fee ya. Jujur saya takut BANGET sama virus ini apalagi setelah melihat beberapa pejuang encephalitis yang gugur akibat virus jahat ini. Sedih banget rasanya. Sebelumnya saya beri gambaran umum mengenai apa itu penyakit Japanese encephalitis. Informasi lain bisa dicari di google dan di post ini saya lebih menekankan ke vaksinnya.

💉Apa itu Japanese Encephalitis (JE)?

Japanese Encephalitis adalah penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus yang dapat menyebabkan radang/infeksi otak pada manusia. Virus JE ini pertama kali diisolasi dari otak pasien yang meninggal dunia di Jepang pada tahun 1924, oleh karena itu virusnya dinamakan Japanese Encephalitis. Di Indonesia sendiri virus penyebabnya pertama kali ditemukan pada tahun 1975 dari sebuah peternakan babi di daerah Bogor.

Gejala JE biasa baru terlihat antara 5-15 hari dimana biasanya meliputi demam, sakit kepala, muntah-muntah, dan diare. Gejalanya biasanya tidak terlalu kelihatan, seperti sakit biasa. Pada gejala yang sudah berat biasanya terjadi demam tinggi, kejang-kejang, halusinasi, kaku pada tengkuk, disorentasi dan kelumpuhan (paralysis). Salah satu gejala yang menunjukkan penyakit ini sudah parah adalah pembengkakan otak dan koma.

💉Apakah ada obatnya?

Based on WHO, sampai sekarang penyakit Japanese Encephalitis belum ada obatnya, kalaupun ada obat itu hanya mengurangi gejala dan sakitnya seperti pemberian infus, oksigen dan obat-obat untuk mengurangi sakit, bukan untuk menyembuhkan penyakitnya. Dari data WHO, JE ini memang kasus langka, tetapi sekalinya kena, biasanya tidak dapat selamat. 20-30% dari yang selamat akan mengalami kerusakan intelektual (brain damage) permanen. So, fatal banget kan?
💉Wajib ga?

Per 2017 diwajibkan untuk beberapa daerah endemik seperti Bali, Tangerang, dimana banyak peternakan babi dan persawahan. Penyebaran virusnya akan semakin hebat saat musim hujan. Jadi bebas ya mau vaksin atau tidak, tapi kalau saya prinsipnya, better safe than sorry. Vaksin ga seberapa, tapi mengobatinya bisa habis semua harta apalagi kalau sudah menyangkut hidup anak kita sendiri. Money can’t buy a good health.

💉 Saya ga pergi ke Jepang kok, jadi aman lah ya?

Just because namanya ada ‘Japanese’nya, virus ini bukan cuma ada Jepang. Namanya japanese karena kasus pertama ditemukan di Jepang taun 1871. Data WHO menunjukkan ada 68 ribu kasus Japanese Encephalitis setiap tahunnya di ASIA TENGGARA dan WESTERN AMERICA. Menurut laporan, di Indonesia sendiri, pada 2016 telah terjadi sebanyak 326 kasus JE dimana kasus terbanyak terjadi di Bali dengan jumlah 226 kasus.

💉Bagaimana penularannya?

Nyamuk dari spesies Culex (biasanya Culex tritaeniorhynchus) akan menggigit hewan yang mempunyai virus, setelah itu nyamuk pembawa virus ini akan menggigit manusia. Nah susah kan mengontrol nyamuknya. Biasanya nyamuk subuh dan malam. Nah pada beberapa daerah di Asia, JE virus ditularkan pada musim panas dimana sebagian besar epidemic kemungkinan terjadi saat musim ini. Pada daerah negara tropis, penyebaran dapat terjadi SEPANJANG TAHUN tapi lebih tinggi intensitasnya saat musim hujan dan saat musim panen padi.

💉 Bahaya dong berarti anak saya dimasukin virusnya dong?

Ini juga ketakutan saya pertama, tapi please banyak baca ya, bisa main sosmed, jadi harusnya kita sudah bisa mengedukasi diri sendiri. Jadi vaksin itu intinya proses memasukkan virus yang sebagian antigennya sudah DILUMPUHKAN, untuk memancing antibodi si user untuk keluar, jadi amit-amit kalau virusnya beneran nanti muncul, antibodinya udah ready. So, relax.

💉 Apa nama vaksinnya?

Saat ini vaksin yang beredar ada : JE-Vax dari Jepang (Biken), Korea (Green Cross), SA-14-14-2 (China), dan Imojev (Sanofi, Australia). Kebetulan Sammy dapat yang IMOJEV.

💉Ada efek samping?

Secara klinis katanya ada yang bisa demam, rash, bengkak bekas suntikannya, tapi kebetulan Sammy baik-baik saja, ga ada demam atau apapun.

💉Umur berapa boleh mendapat vaksin JE?

Di atas 1 tahun dan diulang 2 bulan setelahnya

💉Why get vaccinated?

Jujur saya sebel banget sama orang-orang yang anti vaksin. Sebenarnya terserah mereka sih ya itu hak kok, tapi kalau anaknya sakit terus menulari yang lain, kan ituyang bikin marah. Kalau mau sakit sendiri sih terserah, tapi jangan merugikan orang lain. Inget ga, akhir-akhir ini jadi wabah difteri lagi, ya golongan anti-vaksin ini salah satu kontributornya. Sama kayak polio yang sudah pernah musnah selama beberapa tahun, jadi muncul lagi karena banyak orangtua yang ga mau vaksin anaknya. So please, pikirin orang lain juga. Saya yakin Tuhan ga akan mikir haram/halal soal beginian, toh niat kita baik kok. Saat pasien sudah beurusan hidup mati, apakah kita masih mau menanyakan obat yang diberikan haram/halal, bukan kah yang penting kita mau si pasien sehat walafiat? So please be wise, parents. Happy parenting! ❤️

Source : http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs386/en/

Cheers,

Mommy Sammy

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 Comments

  1. nice article

    my baby (14 bulan) juga baru dapet vaksin imojev, dan tidak ada di list vaksin yang wajib di dapat
    tapi krn dokter nyaranin, saya OK aja.
    toh vaksin demi kebaikan kan ya 🙂
    nurut aja, krn saya awam.
    dokter lebih pinter pasti, sering ikut seminar2, banyak2 pengetahuan terbaru