Straw Cup atau Sippy Cup? Saat anak sudah memasuki tahap untuk memulai MPASI (Makanan Pendamping ASI), biasanya dokter anak akan mulai menganjurkan pemberian minum (air/juice/susu) menggunakan sippy cup atau straw cup.  Kebetulan anak saya, Sammy, tidak mau minum dari botol dot dan sippy cup, jadi saya langsung perkenalkan dengan straw cup saat mulai MPASI, dan ajaibnya sukses!

Mengapa anak harus diperkenalkan dengan sippy cup atau straw cup secepat mungkin saat sudah mulai memasuki tahap MPASI?
Kemampuan makan seorang anak dipengaruhi oleh sensory input dan kemampuan oral motorik. Saat anak sudah mulai makan, otot-otot didalam mulut seperti lidah dan rahang harus dilatih sedemikian rupa supaya dapat memproses makanan, yang berarti kemampuan baby yang tadinya hanya menghisap (sucking) sudah harus ‘naik kelas’. Nah, kalau baby terus menerus diberikan botol, maka tidak heran jika dikemudian hari kendala seperti susah naik tekstur makanan, tidak mau menelan makanan selain bubur, itu sering terjadi. American Dental Association menyarankan untuk menyapih total dari botol pada usia 1 tahun. Karena semakin lama attachment seorang anak dengan botol, akan semakin sulit dipisahkan. Dari hasil penelitian medis pun ditemukan penggunaan botol dot pada waktu yang lebih lama akan berkontribusi pada speech delay (lambat bicara) pada anak. Pada awalnya anak PASTI akan menolak, tapi kuncinya di konsistensi pemberian stimulasi oleh orangtua. Terkadang apa yang baik, memang sulit untuk dilakukan, dan kita cenderung mengambil jalan yang mudah dengan alasan YANG PENTING ANAK SAYA GENDUT.

Sippy Cup atau Straw Cup?
Untuk transisi dari botol, yang paling mudah adalah sippy cup. Sippy cup adalah gelas yang biasa terbuat dari plastik dengan  spout berlubang-lubang dan penutup yang anti-tumpah. Penggunaan sippy cup tidak terlalu banyak memberi stimulasi untuk oral motorik anak, karena anak hanya menelan dari aliran cairan yang mengalir dari spoutnya. Bedanya dengan botol hanya tidak perlu dihisap. Sedangkan penggunaan straw cup membutuhkan otot-otot yang lebih kompleks dan lebih menantang. Si anak pun akan belajar untuk menggunakan lidahnya untuk menyedot lalu menelan cairan dari sedotan. Tentu saja penggunaan straw cup ini lebih sulit, sehingga biasanya straw cup diperkenalkan ketika usia anak 9-15 bulan.

Bagaimana memulai mengajarkan anak menggunakan Straw Cup?
Jujur, saya hanya menyodorkan straw cup berisi air ke Sammy dan dengan antusias Sammy mencoba minum. Tersedak? Pasti. Kejadian serupa gagging reflex juga akan terjadi saat kita menaikkan tekstur makanan. Biasanya anak akan tersedak 2-3 kali sebelum akhirnya bisa menguasai straw cup. Namun jika anak terus menerus tersedak, artinya harus step back dan kembali ke sippy cup (bukan botol).

Tips Mommy Sammy

  1. Cari Straw Cup yang dikhususkan untuk baby yang baru belajar
  2. Berikan Straw Cup berisi air putih dulu sesering mungkin
  3. Berikan Straw Cup hanya dalam posisi DUDUK, tidak dengan posisi tiduran
  4. Coba pakai sedotan juice yang berbahan plastik
  5. Beri contoh minum dengan menggunakan sedotan, karena biasa anak suka meniru apa yang dilakukan orang dewasa
  6. Jika anak sudah menguasai straw cup, boleh

Kriteria Straw Cup yang tepat menurut Mommy Sammy

  1. Sedotan tidak terlalu besar sehingga cairan yang keluar tidak langsung membludak dimulut baby
  2. Sedotan berbahan dasar silikon empuk sehingga dapat dibengkokkan dan nyaman di mulut baby
  3. Mempunyai bola pemberat di bagian dasar sehingga bisa diminum dengan segala angle karena pemberat mengikuti kemiringan gelasnya
  4. Mempunyai dua handle (pegangan) untuk memudahkan baby memegang gelas
  5. ANTI BOCOR/TUMPAH
  6. Ada stopper. Ini plus minus. Plusnya adalah cairan yang tersedot tidak langsung membludak sehingga mencegah baby tersedak. Minusnya adalah diperlukan tenaga dari otot mulut yang cukup kuat untuk bisa menyedot cairan
  7. Mudah dibersihkan

Pencarian straw cup untuk Sammy yang saat itu berlabuh pada nuby straw cup 360. Beruntungnya dalam satu kali percobaan, Sammy langsung bisa menyedot walaupun dengan tersedak sedikit. Jadi sejak usia 6 bulan Sammy sudah minum dari straw cup, bulan ketujuh bisa dari sedotan plastik biasa, bulan ke delapan bisa dari sedotan air mineral yang tipis kecil. Sekarang saya review ya nuby straw cupnya karena kebetulan beberapa teman saya yang anaknya gagal menggunakan straw cup merk lain, dengan nuby straw cup jenis ini, bisa berhasil.

 

Tutup dengan model flip, punya dua handles

Sparepartnya sedikit dan mudah dibersihkan

Sedotan berbahan dasar silikon tanpa stopper, dan dasar sedotan ada bola pemberat yang bisa mengikuti level air 360 derajat

ada karet penahan sehingga anti bocor (lihat video disini)

Nah, nuby straw cupnya harus yang jenis ini ya kalau mau seperti yang Sammy pakai. Jenis lain itu ada stopper dan sedotannya lebih besar, sehingga agak lebih sulit untuk pemula. Nuby jenis ini sudah banyak yang membuktikan bisa berhasil untuk dicoba langsung ke pemula. Nuby straw cup ini juga memenuhi semua kriteria straw cup yang tepat menurut Mommy Sammy. Sekian review dari Mommy Sammy untuk straw cup. Semoga membantu!

Cheers,

Mommy Sammy