Dari jaman dulu, kita sudah mengenal yang namanya popok. Saya sendiri juga dipakaikan popok oleh mami saya karena papi saya melarang penggunaan disposable diaper dengan alasan penggunaan zat kimia di lapisannya sampai mitos takut kakinya bentuk ‘O’. Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan disposable diaper pun sudah semakin canggih dan semakin aman untuk bayi. Dengan perkembangan ini juga, muncul lah yang namanya Cloth Diaper atau disingkat clodi.

Cloth Diaper (Clodi) untuk singkatnya anggap saja seperti popok kain, namun cairan tidak akan tembus keluar, sehingga mengurangi pekerjaan Mom untuk mencuci segala kain-kainan yang terkena ompol. Cloth Diaper pada dasarnya terbagi jadi dua bagian : satu lapisan penyerap dan satu lagi cover waterproof yang mencegah cairan ompol tembus. Untuk lebih jelasnya, mari kita lebih detail.

CLOTH DIAPER VS DISPOSABLE DIAPER

Jujur saya pakai keduanya ya. Saya sendiri juga tidak naif kalau saya tidak sanggup untuk mencuci puluhan kain bekas ompol sendiri, apalagi bayi newborn bisa pipis 10-12 kali sehari. Satu hal yang saya concern dengan memakai disposable diaper itu adalah paparan zat kimia yang digunakan untuk gel penyerap cairannya. Kalau diperhatikan, disposable diaper sekarang banyak yang bisa tahan sampai 12 jam, itu karena ada kandungan sodium polyacrylate, yang bisa menyerap cairan sampai 100 kali beratnya.

Sodium polyacrylate ini dulu digunakan oleh produsen tampon di USA, namun sekarang sudah tidak lagi digunakan karena menimbulkan Toxic Shock Syndrome. Toxic Shock Syndrome ini diakibatkan oleh racun yang dikeluarkan oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph). Nah, Sodium polyacrylate ini dinilai sebagai salah satu munculnya infeksi oleh bakteri staph. Zat ini mengiritasi kulit karena zat ini mampu menyerap semua kandungan minyak dan air dari kulit, yang mana menimbulkan efek permukaan lapisan kering lebih lama.

Zat yang berbahaya selanjutnya yang sering dipakai oleh produsen disposable diaper adalah Dioksin dan Tributyl-tin (TBT). Dioksin adalah produk samping dari bleaching, dimana oleh EPA (United States Environmental Protection Agency) zat ini dikategorikan the most toxic carcinogen. Sedangkan Tributyl-tin (TBT) adalah zat kimia yang dapat menyebabkan kerusakan hormone pada manusia.

Di sisi lain, cloth diaper tidak mengandung zat kimia apapun, karena simply hanya kain. Beberapa kain prefolds yang digunakan sebagai insert malahan dibuat dari serat kain katun yang belum di-bleach, sehingga warnanya kekuningan.

PROS dan CONS CLODI

+ Aman untuk kulit anak
+ Tidak ada zat kimia
+ Awet, bisa untuk anak berikutnya
–  Investasi mahal di awal
–  Butuh maintenance (cover tidak boleh dijemur langsung kena matahari, insert harus di-stripping sebulan sekali)
–  Lebih repot mencuci

PROS dan CONS DISPOSABLE DIAPER
+ Simple, ringkas, efisien waktu
+ Tidak memakan tempat
+ Tidak repot harus mencuci, tinggal buang
–  Disposable yang tidak cocok bisa membuat rash
–  Resiko terpapar zat kimia dalam waktu lama
–  Lebih boros jika dibandingkan dengan penggunaan clodi

WHY CLOTH DIAPER

  1. HEMAT
    Jujur ini alasan utama (maklum ibu-ibu). Bayangkan sehari sammy bisa pakai 12-14 pampers, karena Sammy ga suka basah sedikit langsung minta ganti. Diapernya pun ga bisa pakai merk MP, harus nepia genki yang harganya IDR 2500an per piece, jadi per hari sammy bisa habis IDR 30,000-35,000, sebulan sudah IDR 900,000 sampai IDR 1,000,000. Belum toiletries, tissue, kapas, wet tissue. Wow banget.Sebagai gambaran, saya beli universal cover ecobum seharga IDR 80,000, dengan insert yang saya pakai berupa prefolds yang harga per piece IDR 41,000. Total clodi yang saya punya itu: 6 cover dan 2 lusin prefolds, total damage IDR 1,464,000. Kalau saya full diaper, harga segitu hanya cukup untuk 1.5 bulan. Kebayang kan borosnya?
  1. RASH
    Saya dan suami itu kulitnya sensitif, gampang sekali bruntusan, rash, gatal-gatal. Untuk pembalut saja, sering kali kulit saya jadi lecet dan panas. Nah, saya mau menghindari yang seperti itu, jadi sebisa mungkin kulit baby bisa nafas atleast stengah harian, tanpa diaper cream dan lainnya
  2. GO GREEN
    Yang ini sih personal reason ya, saya piker kalau konsumsi diaper Sammy dalam sebulan bisa 400an buah (Sammy usia 1 bulan), dikalikan dengan berapa juta baby di dunia ini, sepertinya sampah akan semakin banyak, dan bumi akan semakin hancur. We wanna make the earth a better place to live for our kids, don’t we?
  3. POTTY TRAINING LEBIH CEPAT
    Saya menggunakan clodi juga untuk potty training Sammy. Kalau menggunakan dispo diaper, Sammy akan tetap nyaman meskipun basah karena kulit dia tetap kering, sedangkan kalau pakai clodi dia pasti risih kalau basah. Nah, dengan kondisi dia risih ini, diharapkan anak akhirnya sadar supaya tidak mengalami kondisi seperti itu (basah), maka dia harus bilang kalau mau pipis.

 

KOMPONEN CLOTH DIAPER (CLODI)

source: http://www.thenappylady.co.nz

  1. Washable dan Waterproof Cover
    Cover ini biasanya terbuat dari PUL (polyurethane laminate) dan TPU (thermoplastic polyurethane), dimana sifatnya yang waterproof membuat cairan dari lapisan penyerap tidak akan tembus keluar (kecuali jika leaking dari leg gusset).
  2. Lapisan Penyerap (Insert)
    Ada macam-macam bahan insert seperti Serat Bamboo, Katun, Hemp, dan microfiber/minky. Serat Bamboo adalah insert yang paling menyerap air dan  naturally resistant untuk pertumbuhan bakteri. Katun sudah umum digunakan, namun daya serap tidak sebagus serat bamboo. Hemp adalah salah satu serat natural juga dimana daya serap lebih bagus dari cotton dan biasanya insert hemp lebih tipis dari katun dan bamboo. Microfiber ini material buatan manusia dimana terdiri dari campuran chemical dan petroleum. Struktur microfiber ini bersifat sangat absorbent sehingga bisa menyerap cairan dengan cepat dan cenderung menyerap seluruh moisture dan oil dari kulit bayi. Insert microfiber biasanya digunakan untuk clodi tipe pocket karena tidak disarankan untuk bersentuhan langsung dengan kulit bayi.
  3. Liner
    Liner ini biasa berbahan dasar fleece atau suede dan sifatnya stay dry. Liner digunakan diatas insert dimana fungsinya untuk menjaga kulit bayi tetap kering sedangkan cairan urine akan tetap mengalir dan terserap oleh insert. Jenis liner fleece lebih mudah dibersihkan daripada suede. Ada juga liner yang disposable tapi saya lebih pilih yang bisa dicuci, murah kok hanya sekitar IDR 4,000

 

JENIS CLOTH DIAPER (CLODI)

Ada beberapa jenis clodi diantaranya :

  1. All-in-One
    Jenis Clodi ini, insert dan covernya dijahit menyatu, tidak bisa dilepas, yang berarti kalau anak pee atau poo, ya harus dicuci semua. Bentuk persis dengan disposable diaper, hanya saja bahan dalamnya bukan lapisan dengan gel penyerap, tapi kain insert.

    source: lagoon baby

  2. Pocket Diaper
    Jenis Clodi ini mempunyai kantong pada bagian dalam covernya, dimana insert (lapisan penyerap nanti akan dimasukkan ke dalam kantong ini. Lapisan liner berbahan fleece atau suede akan diletakkan diluar insert dan akan bersentuhan langsung dengan kulit bayi.

    source: cozy bums

  3. Universal Cover/All-in-Two
    Jenis Clodi ini penggunaannya sama seperti pocket diaper, hanya saja insert tidak dimasukkan kedalam kantung melainkan hanya diselipkan ke sisi atas dan bawah bagian dalam cover atau dikancingkan saja

    source: ecobum

  4. Prefolds
    Prefolds ini sebenarnya hanya kain saja yang nantinya bisa digunakan sebagai insert. Biasa prefolds digunakan dengan cara menyematkan snapi. Cara menggunakan prefolds bisa dilihat di video ini.

    source: www.thiswestcoastmommy.com

MENGAPA SAYA PILIH UNIVERSAL COVER CLODI?

Untuk alasan praktis saja. Kalau pakai yang all in one/pocket, saya harus cuci semua sama covernya, sedangkan baby sering pipis or poo tapi sedikit-sedikit, dan basahnya cuma ditengah saja, yang berarti saya harus sedia banyak clodinya. Jadi kalau saya biasa cuma ganti insertnya saja, covernya biasa masih kering sampe sekitar 2-3 kali pipis/kotor baru deh diganti covernya. Alasan berikutnya, insertnya jadi bisa saya ganti-ganti, di foto saya pakai kain prefolds, bisa juga pakai alas ompol, handuk atau kain lain.

MENGAPA SAYA PILIH PREFOLDS SEBAGAI INSERT

Taken from ecobum web ya , prefold memiliki sifat daya tampung banyak dan daya serap tinggi daripada insert pada umumnya, ketika dilipat sebagai soaker pad lebarnya pas hingga menyentuh dinding double leg gusset dan prefold mampu menyelimuti seluruh permukaan bokong (jika digunakan sebagai diaper fold seluruh permukaannya menyerap cairan seperti fitted diaper ), sehingga urin tidak memiliki kesempatan meluncur keluar sela2 paha. Alasan pribadi, prefold ini 100% pure cotton unbleached (makanya warnanya ga putih banget), lembut banget, low maintenance, sama saya bisa pakai untuk macam-macam (alas ompol, burp cloth, etc). Karena dari serat organik, jadi kain ini hipoalergenik (ga bikin rash), ditambah lagi karena proses pembuatannya ditenun jadi kalau dicuci brkali2 dia jadi mengembang  dan semakin sering dicuci, daya serap akan semakin bagus.

MERK CLODI YANG PERNAH SAYA COBA

Saya ada coba 3 merk : rumparooz, imagine, ecobum. 2 merk pertama itu import dimana harganya sekitar IDR 300,000 per piece, yang terakhir produksi lokal harga sekitar IDR 80,000 per piece. Jujur saja, kualitasnya sama persis. Sama-sama punya double leg gusset untuk mencegah bocor dari sela-sela paha. Slim cutting. Design oke. Kembali ke prinsip penghematan, saya merekomendasikan ecobum, merk lokal dengan harga miring tapi kualitas sama dengan yang import.

Sammy usia 2 bulan dengan ecobum clodi universal cover dan insert prefolds ecobum

Sebulan pertama setelah lahiran, saya full pakai disposable diaper untuk Sammy karena saya ga sanggup untuk kejar-kejaran waktu pumping, menyusui, cuci-cuci botol dan breastpump parts. Total penggunaan hampir 400 diapers. Masuk bulan kedua saya mulai terbiasa dengan ritme sebagai ibu baru, jadi saya mulai menggunakan prefolds untuk siang hari, dan mulai sore hari saya ganti dengan disposable diaper sampai pagi.

Saran saya, kalau mau pakai disposable diaper, tetap ganti diaper setiap 3 jam meskipun claim dari produsen disposable diaper tersebut ‘bisa tahan 12 jam’. Jangan juga tunggu sampai anak rewel. Begitu diaper basah, jangan tunggu sampai lebih dari 20 menit, harus langsung ganti. Sammy pernah kena infeksi saluran kemih, dan penyebabnya adalah diaper yang tidak diganti lebih dari 3 jam, yang mengakibatkan bakteri dari urine masuk kembali lewat saluran kencing menuju saluran kemih. Infeksi saluran kemih ini bisa berakibat fatal ya Moms.

Cape ga clodi-an? Cape lah moms. Setengah hari Sammy bisa habis 3 cover, 6-10 prefolds (3 bulan pertama). Awal-awal sih keteteran, tapi lama-lama terbiasa juga. Mencuci covernya ga susah, cukup hanya direndam dengan  ecoball. Mencuci prefolds harus dengan deterjen khusus ya supaya tidak bulky residunya (saya pakai ultraco). Dari semua dokter anak yang saya kunjungi, mereka semua menyarankan atleast untuk tidak memakaikan disposable diaper atleast 10 menit sehari supaya kulit anak bisa ‘bernapas’. Demi anak, apapun akan Mommy jalankan. Happy Cloth Diapering!

Cheers,

Mommy Sammy