Holla Mommies!

Para calon mommy yang sudah masuk trimester akhir, pastinya sudah deg-degan ya mendekati due date yang ditunggu. Belanja kebutuhan bayi pastinya sudah, menyiapkan nursery room juga pasti sudah, nah ada satu hal lagi yang perlu disiapkan yaitu hospital bag. Hospital bag ini berisi barang-barang keperluan untuk di rumah sakit setelah melahirkan. Hospital bag ini bukan cuma punya ibu loh, siapkan juga untuk ayah dan si baby.

Hospital bag ini sebaiknya disiapkan ditempat yang mudah dilihat seperti di ruang tamu misalnya. Supaya jika dalam keadaan emergency, tidak perlu bingung lagi mencari-cari hospital bagnya. Perlu diingat, jika ibu sudah datang ke Rumah Sakit dan sudah diminta untuk masuk Ruang VK (observasi), artinya ibu sudah tidak boleh pulang lagi ke rumah. Nah, jadi jika sudah muncul 3 tanda berikut, langsung bawa hospital bag sekalian ya ke Rumah Sakit :

  1. Pembukaan
    Biasanya pembukaan ini diawalii dengan keluarnya lendir (mucus) seperti ingus, yang warnanya kuning kehijauan dengan tekstur seperti jelly. Keluarnya lendir ini juga biasanya dibarengi dengan darah, yang dikenal dengan istilah bloody show. Saat saya hamil Sammy, sampai pembukaan tiga , tidak ada bloody show sama sekali, jadi bloody show tidak harus ya.
  2. Kontraksi
    Ini yang dulu bikin Mommy Sammy bingung, seperti apa sih kontraksi palsu dan kontraksi beneran? Kontraksi palsu itu perut akan berasa kencang, nyeri akan terasa dengan interval 10 menitan tapi akan hilang dalam 30 menit biasanya jika posisi tidur atau kaki diluruskan. Kontraksi asli itu rasa nyerinya terasa di perut bawah tembus ke pinggang belakang. Intervalnya biasa sekitar 5 menit-an saat pembukaan awal dan semakin lama akan semakin cepat.  Bedanya dengan kontraksi palsu yang hilang dalam 30 menit, kontraksi asli tidak akan hilang dengan cara apapun. Rasa sakitnya cenderung seperti sakit kalau lagi haid digabung dengan sakit lagi diare.

    Saran saya, download aplikasi pregnancy + (di appstore untuk iphone), untuk mencatat interval kontraksi. Caranya mudah sekali, cukup tekan tombol start saat mulai kontraksi dan stop saat berhenti, persis seperti stop watch. Nanti aplikasi akan mencatat dan membuat report, dan report ini saya kirimkan ke obgyn saya supaya beliau ada gambaran apa yang harus dilakukan selanjutnya. Reportnya seperti ini :

  3. Pecah ketuban
    Seperti apa sih rasanya? Rasanya seperti pipis tapi tidak bisa ditahan. Air ketuban juga tidak berbau pesing seperti air seni. Saat saya trimester akhir, saya selalu menyiapkan kertas lakmus, untuk mengetes apakah ada rembesan air ketuban atau tidak. Jika sudah pecah ketuban, jangan turun naik tangga, jangan jalan, minta suami atau siapapun untuk bopong, karena ini tandanya sudah siap untuk persalinan. Oleh karena itu sebaiknya disarankan untuk tidak dirumah sendirian jika due date sudah dekat (kira-kira 1 mingguan), karena pembukaan datangnya tidak direncanakan. Waktu hamil Sammy, keluarnya lendir (mucus) itu saat jam 5 sore dan kontraksi pembukaan saya mulai jam 3 pagi. Beruntung saat itu saya menginap dirumah orangtua saya jadi langsung ada papi saya yang bawa ke rumah sakit.

Penting sekali untuk menyiapkan hospital bag dari sekarang karena kalau sudah di Rumah Sakit, the last thing you want is stressing karena ada yang ketinggalan. Walaupun jarak rumah sakit dan rumah dekat, kasihan kan kalau suami harus bolak balik ambil barang ketinggalan, karena suami pasti juga lelah ikut bergadang, menemani tamu, bolak balik urus administrasi rumah sakit, dan lainnya. Jadi, preparation is the key. Nah, di post ini, Mommy Sammy mau cerita apa saja keperluan hospital bag yang diperlukan berdasarkan pengalaman sendiri.

List ini dibuat dengan patokan Mommy Sammy menginap di RS selama 4 hari 3 malam, persalinan normal.

HOSPITAL BAG (MOM)

  1. Daster kancing depan (3)
    Jujur saya lebih menyarankan daster ya, karena kalau mau buang air kecil, tinggal angkat saja daripada harus angkat-angkat kaki untuk ganti celana dan lepas celana. Why? Bekas jahitan masih nyeri sekali. Rumah Sakit tempat saya bersalin tidak menyediakan hospital gown kecuali saat di ruang VK dan bersalin. Jadi selesai dijahit, perawat langsung meminta daster untuk mengganti hospital gown yang sudah kotor. Jadi jangan lupa untuk yang melahirkan normal, 1 daster dibawa ke ruang bersalin ya, titip ke bidan. Pilih yang bahannya adem ya, ruang VK dan bersalin itu ga ada AC.
  2. Korset VELCRO (1)
    Ada rumah sakit yang menyediakan, ada yang tidak, kebetulan Rumah Sakit tempat saya bersalin tidak menyediakan, dan saya juga tidak bawa karena saya pikir dipinjamkan. Korset ini pentingnya ya untuk menahan perut kita sehabis melahirkan. Setelah melahirkan, saat berdiri rasanya seluruh organ dalam saya seperti mau jatuh, ga enak sekali. Akhirnya setelah dipakaikan korset jadi lebih baik rasanya. Korset pun juga jangan pilih yang kait, pilih yang velcro. Kalau setelah pulang dari rumah sakit mau melanjutkan dengan gurita atau bengkung juga tidak masalah, tapi di rumah sakit, pakai saja korset velcro. Jadi jangan lupa untuk yang melahirkan normal, 1 korset velcro dibawa ke ruang bersalin ya, titip ke bidan.
  3. Baju menyusui dan celana panjang/PJ (2)
    Sebenarnya sudah cukup ya dengan daster 3 pieces, tapi setelah melahirkan itu rasanya panas sekali, mudah berkeringat. Jadi saya selalu ganti baju kalau sudah keringatan. Baju menyusui ini ga harus yang beli dengan bukaan di payudara, bisa juga beli baju biasa yang ada kancing depan, karena biasanya awal-awal setelah melahirkan, bayi akan menyusu setiap 2-3 jam sekali
  4. Kimono (1)
    Saya pakai ini saat tamu datang dan saat jalan-jalan di lorong rumah sakit
  5. Handuk
    Ini juga amat sangat penting. Again, saya pikir dipinjamkan rumah sakit, ternyata tidak. Setelah melahirkan beberapa jam, saya mandi karena sudah 25 jam saya tidak mandi dan seluruh badan saya lepek kotor oleh keringat. Jika mengikuti tradisi tionghoa, harusnya tidak boleh mandi dan keramas selama 40 hari, tapi sungguh saya ga sanggup. Setelah mandi dan keramas, rasanya saya lebih decent dan segar untuk menggendong anak saya. Alasan saya mandi dan keramas, karena saya berpikir kalau tidak mandi, berapa banyak bakteri yang ada di tubuh saya, dan anak saya masih newborn yang rentan sekali antibodinya. Tapi ini terserah ya, kembali lagi ke kepercayaan masing-masing.
  6. Bra menyusui (3)
    Pilih yang tidak ada kawat ya, karena bagian payudara yang tertekan kawat, bisa menyebabkan mastitis.
  7. Breastpad
    Saya bawa ini tapi tidak terpakai. Kalau ibu termasuk yang beruntung dengan ASI langsung banjir sesaat setelah melahirkan, perlu sekali pakai breastpad supayaASI  tidak rembes ke bra dan baju
  8. Kaus kaki (2 pasang)
    Walaupun saya mudah keringetan dan kepanasan, tapi kaki saya selalu kedinginan, oleh karena itu, bawa kaus kaki ya supaya tetap hangat.
  9. Baju/dress untuk pulang
    Jangan muluk-muluk untuk pakai skinny jeans dan tank top dulu. Saat pulang dari RS, bentuk tubuh masih seperti hamil 6 bulan kok, jadi bawa saja dress/baju yang dipakai saat hamil 6 bulan.
  10. Underwear
    Untuk yang melahirkan normal, you will bleed A LOT. Seperti haid biasa JUST A LOT and gross. Jadi bawa saja underwear yang nyaman dan you won’t mind to throw it out kalau sampai stained.
  11. Softex pasca melahirkan
    Rumah sakit biasa menyediakan sekitar 6-10 pieces, tapi berhubung saya orangnya gampang jijik, jadi saya tidak betah berlama-lama kalau terlalu banyak tampungan dibawah sana. Jangan kaget juga kalau melihat padsnya itu humongous seperti diaper dewasa, karena memang akan ‘banjir’ dibawah sana.
  12. Bantal menyusui
    Trust me, ini essential! You’ll thank me for this. Sebagai ibu baru, biasanya proses menyusui itu masih dalam tahap belajar, jadi kaku. Nah, walaupun baby newborn berat cuma 3 kiloan, menahan tubuh mereka selama menyusui 1 jam-an itu pegal! Bantal menyusui ini penyelamat sekali
  13. Sandal jepit
    Berhubung saya bukan Kate Middleton, saya pilih yang nyaman. Sandal jepit bahan karet yang tidak licin.
  14. Toiletries and make up
    Sabun, shampoo, sikat gigi, odol, body lotion, deodorant, body mist (jangan parfume ya, kasihan babynya kalau sedang nenen), handcream, vaseline petroleum jelly, DRY SHAMPOO (buat yang ga mau keramas), sabun cuci muka, face moisturizer, face powder, lipbalm, cairan kontak lens (untuk yang pakai kontak lens), dan KARET RAMBUT. Ga perlu dandan ala kim kardashian, tapi cukup presentable lah kalau ada tamu datang.
  15. Hairdryer
    Again ini karena saya keramas sih, jadi perlu untuk keringkan rambut supaya ga masuk angin
  16. Nipple cream (lansinoh)
    Proses menyusui pertama kali itu SAKIT, PERIH. Saya tidak berusaha menakut-nakuti tapi memang seperti itu keadaannya. Your nipple will break, sore, and even worse, bleed. Dari seluruh nipple lotion yang saya coba, hanya lansinoh yang bekerja cepat
  17. Air mineral
    Just right after Sammy’s body popped out, saya langsung menghabiskan 1 botol 600 ml pocari sweat, 1 aqua gelas, dan 1 botol 600 ml aqua. HAUS SEKALI. Jadi, bawalah yang banyak, juga sediakan untuk tamu yang datang. Saya beli dus-dusan waktu itu.
  18. SNACKS
    Ini saya capslock karena setelah melahirkan itu rasanya bisa makan orang. Saat kontraksi pembukaan 3, bahkan saya tidak ada energi untuk makan dan minum. Berhubung lama persalinan saya itu 25 jam, jadi kebayang kan laparnya seperti apa. Setelah melahirkan Sammy dan masih diruang bersalin, saya langsung makan 1 porsi nasi gudeg dan 1 roti (ini entah lapar atau nggragas). Tidak cukup sampai disitu, saya selalu kelaparan ditengah-tengah malam-malam berikutnya. Jadi siapkan saja snack seperti biskuit, roti, energy bar.
  19. Bantal (2)
    Bantal rumah sakit itu sucks. Jadi bawa sendiri supaya istirahat lebih nyaman. Saya pakai juga untuk menyangga pinggang saya yang rasanya seperti encok. Oh ya, kalau suami menginap di Rumah Sakit, jangan lupa bawa juga ya untuk suami
  20. Dokumen penting
    KTP suami istri, Akte perkawinan, KK, kartu asuransi. Ini selalu saya bawa, just in case diperlukan.
  21. Cash dan Credit Card
  22. CellPhone and Charger
  23. Breastpump
    Ini saya ga pakai untuk memompa ASI, tapi untuk MEMANCING ASI. 7 hari pertama ASI saya belum keluar, tapi saya pakai massage mode dari spectra S1 untuk menstimulasi produksi ASI.
  24. Washlap/saputangan handuk kecil
    Untuk mengompres payudara yang bengkak. Caranya rendam washlap/saputangan kecil dengan air hangat, peras, kompres di sekitar payudara. Lakukan ini setiap sebelum menyusui.
  25. Tissue gulung dan kotak
    Rumah sakit cuma kasih sedikit biasanya, kalau mau tambah kena charge dan mahal. Bawa saja sendiri ya

HOSPITAL BAG (DAD)

  1. CellPhone and Charger
    I think they can die without their phones, jadi jangan biarkan HP mereka tewas
  2. Cash and Credit Card
  3. Baju ganti (kaos-celana)
    Sesuaikan jumlah hari ya.
  4. Underwear
  5. Handuk
  6. Toiletries
  7. Bantal tidur dan selimut (kalau menginap)
    Karena rumah sakit ga menyediakan selimut dan bantal untuk yang menginap

HOSPITAL BAG (BABY)

  1. Coming-home outfit
    Ga perlu bawa baju-baju lucu untuk disana, karena rumah sakit menyediakan. Jadi cukup bawa 1 outfit untuk pulang. Saya prefer sleepsuit tutup kaki dan tangan, jadi ga perlu lagi bawa socks dan mittens. Ga perlu yang stylish karena toh tertutup sama kain bedong
  2. Kain bedong (3)
    1 untuk bedong baby saat pulang. 1 dipakai untuk burping suapaya ga kena gumoh. 1 untuk dipakai sebagai alas di lengan saat menggendong/menyusui baby, supaya kepala baby tidak langsung bersentuhan dengan lengan yang mengakibatkan both lengan kita dan kepala baby berkeringat. Lalu jika ada tamu yang mau gendong, minta mereka pakai alas kain ini juga di lengan atau disampirkan di dada mereka, karena kita tidak tahu mungkin ada asap rokok/bakteri yang menempel di baju mereka. Bukannya gimana, tapi baby kita masih newborn dan fragile, lebih baik kita hindarkan dari paparan bakteri dulu
  3. Selimut Topi
    Ini dipakai Sammy waktu pulang karena ga ada satupun topi yang cukup di kepala Sammy
  4. Diaper
    Sebenarnya rumah sakti menyediakan kok, standardnya mamipoko biasanya. Kebetulan Sammy tidak cocok dengan mamipoko, jadi saya bawa merries premium untuk dipakai Sammy disana. Jumlahnya secukupnya ya. Saya bawa yang newborn isi 44 pcs
  5. Diaper Cream (Sudocrem)
    Kulit newborn baby ini sensitive dan delicate sekali, jadi sedia saja just in case kena rash
  6. Alas ompol (4)
    Kalau memilih untuk rooming-in dengan baby, berarti saat baby pee/poo itu kita yang akan menggantikan, nah menggantikannya itu ditempat tidur kita. Berhubung masih amatir, daripada kotoran kemana-mana, lebih baik dialasi oleh alas ompol itu. FYI, newborn bisa pee 11 kali sehari.
  7. Botol Susu dan cleaning soapnya
    Kalau amit-amit baby harus disinar, biasanya ASI akan diperah dan dimasukkan ke dalam botol untuk diberikan kepada baby. Jadi bawa saja untuk jaga-jaga.
  8. Car seat untuk newborn (optional)

Kurang lebih seperti itu hospital bag ala mommy sammy, silakan disesuaikan dengan kebutuhan ya. Selamat packing!

Cheers,

Mommy Sammy