Sebagai Ibu baru, tantangan saya saat itu adalah bagaimana saya membagi waktu antara mengurus anak, menyusui, memompa ASI dan tetap cukup istirahat. Yang saya ingat, sebulan pertama itu amat sangat berat dan saat itu saya sempat mengalami baby blues. Fokus saya sehari-hari hanya bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan ASI untuk anak saya karena 4 hari pertama ASI saya sama sekali belum keluar. Dua minggu pertama saya sebagai Ibu baru, saya berusaha cari-cari tips bagaimana supaya saya bisa kejar-kejaran antara menyusui, memompa ASI dan istirahat. Kebanyakan saran yang saya temukan ga bisa diterapkan atau terlalu klise sehingga tidak memungkinkan. Kebetulan juga sejak pulang dari Rumah Sakit sampai detik ini, saya mengurus Sammy sendiri tanpa bantuan orangtua dan babysitter.

Awalnya saya berpikir menyusui itu sesuatu yang terjadi secara alami, begitu anak keluar, ASI otomatis langsung keluar. Kenyataannya NGGA. Tekanan-tekanan mulai dari orangtua dan mertua yang terus menerus menanyakan ASI, belum lagi ibu-ibu di socmed yang posting koleksi ASI satu freezer penuh, itu semakin membuat stress dan akibatnya produksi ASI semakin seret. Nah, di postingan kali ini saya mau berbagi tips menyusui dan memompa ASI yang efisien untuk Ibu baru.

  1. Investasi Pada Pompa ASI Hospital Grade
    Saat persiapan belanja kebutuhan bayi, banyak yang menyarankan saya untuk beli pompa ASI merek M*****. Saat itu merk itu memang yang paling hits ya dan harganya juga ga murah. Ga sengaja saya menemukan di salah satu blogger mereview tentang pompa ASI Spectra S1. Dengan harga yang sama dengan merek ini, si Spectra S1 sudah hospital grade. Kenapa sih harus hospital grade? Banyak yang salah kaprah kalau hospital grade pump berarti hisapan kuat, padahal yang ga hospital grade itu juga bisa hisapannya kuat asal motornya besar. Hospital Grade Pump ini TEKNIK HISAPANNYA menyerupai hisapan bayi.Untuk yang sudah pernah menyusui, pasti bisa merasakan kalau hisapan bayi itu sedikit-sedikit dan cepat, jadi satu kali sedot itu terdiri dari beberapa kali hisapan kecil. Teknik hisapan seperti ini bisa memancing yang namanya LDR (Let Down Reflex), kondisi dimana payudara akan mengeluarkan ASI dengan deras tanpa dihisap. Jadi, hisapan pompa yang kuat belum tentu bisa mengeluarkan ASI sepenuhnya ya, malahan yang ada puting bisa luka. Nah, pompa ASI Hospital Grade ini lebih ramah ke payudara dan bisa membantu untuk mengosongkan payudara lebih banyak. Selain Spectra S1 ini banyak ya yang lebih mahal dengan harga belasan hingga puluhan juta seperti Medela Harmony dan Medela Symphony yang pastinya kemampuannya lebih bagus lagi.
  2. Investasi Di Bantal Menyusui
    Jujur saya ga persiapan ini loh, beruntung ada seorang sahabat saya yang memberi kado bantal menyusui langsung di hari H saat saya baru habis melahirkan. Karena walaupun baby hanya berbobot 3 kg, masa awal menyusui itu bisa memakan waktu 30 menit sampai satu jam. Lengan yang dipakai untuk mengangkat dan menopang tubuh baby itu rasanya pegal sekali, sampai bisa kesemutan. Jadi dengan adanya bantal menyusui, tubuh si baby hanya perlu kita letakkan diatas bantal menyusui lalu lengan kita digunakan sebagai bantalan untuk lehernya.
  3. Menyusui Sambil Memompa
    Minggu-minggu pertama saya menyusui itu sangat melelahkan karena selesai menyusui saya masih harus lanjut memompa lagi selama 30 menit per payudara untuk benar-benar mengosongkan. Akhirnya saya punya ide untuk atur strategi. Misalnya untuk bulan pertama dan kedua, jadwal saya seperti ini :- Jam 9 pagi : direct menyusui di payudara kiri selama yang Sammy mau dan memompa dikanan bersamaan selama kurang lebih 30 menit. Setelah Sammy selesai, saya lanjutkan pompa 10 menit di payudara kiri untuk memastikan ‘bekas’ hisapan Sammy benar-benar kosong.
    – Jam 12 siang : direct menyusui di payudara kanan selama yang Sammy mau dan memompa dikiri bersamaan selama kurang lebih 30 menit. Setelah Sammy selesai, saya lanjutkan pompa 10 menit di payudara kanan untuk memastikan ‘bekas’ hisapan Sammy benar-benar kosong.Begitu seterusnya setiap 3 jam sekali selama 2 bulan pertama. Tujuannya sebenarnya untuk memberi sinyal ke tubuh kalau seolah kita menyusui untuk dua anak sekaligus, sehingga tubuh perlu memproduksi ASI lebih banyak. Selain itu, untuk menghemat waktu, sehingga selesai menyusui, kita hanya perlu mengalokasikan waktu 10 menit untuk mengosongkan payudara yang bekas direct menyusui. Setelah itu kita bisa istirahat atau makan atau melakukan hal lain.
  4. Memompa Sambil Memijat
    Ini teknik lanjutan yang saya develop sendiri dan awalnya memang sulit. Jadi posisinya biasanya, tangan kiri saya menopang leher Sammy yang sedang direct menyusui di payudara kiri. Lalu saya juga sambil memompa ASI di payudara kanan dengan cara menahan pantat botol tampungan ASI diatas tumpukan kanebo yang saya letakkan diatas paha saya, sedangkan tangan kanan saya sambil memijat payudara kanan saya. Kenapa harus sambil dipijat? Supaya aliran ASI yang keluar lebih deras dan lebih banyak sekaligus merangsang produksi ASI. Cara pijatnya ga perlu ribet-ribet, cukup urut dari luar payudara ke arah puting menggunakan jari-jari.
  5. Tidak Perlu Cuci Corong dan Botol Setiap Habis Pompa
    Again, sebulan pertama saya masih cupu, jadi setiap habis pompa, valve, corong dan botolnya saya cuci lalu steril. Bayangkan waktu yang dibutuhkan untuk itu semua. By the time, semua selesai, anak saya sudah menangis lagi dan batal deh untuk istirahat. Jadi kalau aturannya ASI saja bisa 4 jam di suhu ruang, demikian pula dengan pompa ASI. Yang saya lakukan adalah, saya beli kotak lock n lock (atau bisa kotak kedap udara lainnya) untuk memasukkan corong-corong dan botol-botol yang habis saya pakai. Kotak ini kemudian saya masukkan ke kulkas dan bisa saya pakai berkali-kali untuk 8 jam ke depan sampai akhirnya saya cuci dan steril. DENGAN CATATAN, sebelum-sesudah memompa dan sebelum-sesudah memasukkan peralatan pompa ASI, selalu sterilkan tangan dengan hand sanitizer.
  6. Investasi di Spareparts Pompa ASI
    Mulai bulan ketiga dimana Sammy mulai lebih aktif, saya akhirnya memutuskan untuk beli corong lagi dan valve lagi sehingga saya ga harus kejar-kejaran untuk mencuci steril spareparts pompa ASI.
  7. Fokus Di Kualitas ASI
    Saat dulu saya jadi Ibu baru, banyak sesama Ibu-ibu di socmed yang berlomba-lomba anaknya sudah bisa minum berapa mL dalam sekali minum. Saya dulu iri melihat anak-anak orang sudah bisa minum 160-180 mL sedangkan anak saya masih 100-120 mL. Setelah konsultasi dengan bidan laktasi, ternyata yang penting itu bukan volumenya tapi kualitasnya. Misalnya ga heran anak si A usia 7 hari sudah minum 120 mL karena ternyata ASI si ibu encer, jadi yang si anak minum itu foremilk dimana hanya untuk menghilangkan hausnya BUKAN MENGENYANGKAN, jadi baru 1 jam si anak sudah minta susu lagi. Ada juga teman saya yang anaknya hanya minum 80 mL tapi ASInya sangat kental, sehingga anak lebih kenyang karena kandungan hindmilk itu isinya lemak.

    Related image

    courtesy of : www.knowingmama.com

  8. Protein Untuk Kualitas, Sayuran Untuk Kuantitas
    Ini sebenarnya tips untuk produksi ASI ya. Dari pengalaman saya, untuk meningkatkan kekentalan ASI, perbanyaklah makan protein seperti misalnya daging-dagingan dan ikan-ikanan. Sedangkan sayuran hijau lebih untuk memperbanyak volume ASI.
  9. Pijat ASI
    Jika memungkinkan, investasi juga di pijat ASI. Saya dulu pakai Dian Mustika selama 1 bulan. Bisa juga dengan ibu-ibu yang sudah biasa memijat ibu hamil, bukan yang asal pijat enak ya, tapi yang memang biasanya bisa mengurut salah urat gitu. Apa sih pijat ASI? Pijat ASI itu pijat yang fokusnya hanya di daerah payudara dan aerola. Tujuannya untuk memperlancar produksi ASI dan membuka pori-pori puting yang masih tertutup jika baru pertama kali menyusui. Belum lagi, biasanya kalau produksi ASI banyak, seringnya banyak benjolan-benjolan yang isinya itu ASI yang beku yang kalau ga dihancurkan bisa jadi mastitis.Saat pertama kali menyusui, biasanya baru 1-2 pori yang terbuka, sehingga baby biasanya ga sabaran dan rewel. Nah, kitanya juga jangan jadi ga sabaran langsung kasih dari botol. Karena sebenarnya di awal-awal itu bukan hanya si Ibu yang belajar menyusui, tapi si anak juga belajar untuk menghisap dan melatih oromotor skill dia. Selain itu, biasanya walaupun ga minum susu, saat direct menyusui, baby itu sering mengempeng. Ini juga penting loh untuk memberi dia kenyamanan dan bonding ibu-anak. Bidan laktasi dari RS Carolus Summarecon dulu malah encourage saya untuk membiarkan Sammy mengempeng, karena itu sekaligus menstimulasi payudara saya untuk memproduksi ASI.
  10. Power Pumping
    Ini sebenarnya salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan produksi ASI dan 90% terbukti di Ibu-ibu menyusui. Teknik ini sebenarnya menggunakan pola cluster feeding yang biasanya terjadi saat baby sedang growth spurt. Biasanya saya power pumping seminggu sekali, di malam hari saat Sammy tidur malam.
    Image result for power pumping

Intinya dari produksi ASI itu supply by demand, jadi kalau mau ASI banyak ya harus rajin menyusui dan memompa. Jangan kira juga ASI banyak itu enak, karena saya pernah di posisi oversupply ASI dimana setiap 2 jam saya harus memompa kalau tidak kepala dan payudara saya sakit sekali. Kondisi yang seperti ini juga merepotkan karena saya jadi tidak bisa istirahat maksimal karena jika saya skip satu kali pumping session, saya bisa langsung kena mastitis. Nah, untuk tips menyusui dan memompa ASI supaya efisien sudah saya berikan tipsnya ya. Semoga bermanfaat.

 

Cheers,

Mommy Sammy