/ / / Review Preschool Tangerang Serpong

Review Preschool Tangerang Serpong

|

Setelah di post sebelumnya saya membahas mengenai persiapan memilih preschool untuk anak, di post kali ini saya akan sharing beberapa preschool yang menjadi kandidat saya dan suami untuk di survey dan trial. Ada yang bisa di survey dan trial, ada juga yang bisa di trial, dan ada juga yang tidak bisa keduanya. Semuanya yang saya bahas disini mengacu pada kondisi Sammy pada usia 18 bulan.

  1. ROCKSTAR GYM
    Ini sebenarnya bukan preschool ya tapi lebih ke gym seperti celebrity fitness dan lainnya. Bedanya disini akan selalu ada 1-2 instruktur yang sudah certified untuk mengajar si anak. Fokusnya juga lebih pada motorik. Sistemnya disini ada 1 kelas reguler yang akan diikuti oleh anak sebanyak 2-3 kali seminggu dan 2 kali seminggu untuk kelas bebas. Semua jenis olah tubuh mulai dari gymnastic, baby yoga, baby dance, ballet, martial arts, sampai swimming. Setiap range usia anak memiliki opsi kelas mana saja yang bisa diikuti. Contoh untuk seumur Sammy kelas yang bisa diikuti hanya gym, baby dance dan baby yoga.Keanggotaannya sistemnya seperti gym dewasa hanya saja ini minimal 6 bulan bukan tahunan. Fee tetap dibayarkan pertahun. Ada uang registrasi, ada uang pangkal, dan ada uang bulanan.

    FACILITY : Tahun lalu Sammy sempat trial di cabang PIK Avenue. Tempatnya honestly ga terlalu besar ya tapi area untuk kelas gym memang besar. Bersih dan child-proofingnya bagus. Untuk swimming pool hanya ada di bintaro xchange dan kota kasablanka, jadi dari cabang lain kalau mau berenang ya harus daftar dulu ke customer representativenya dan pergi ke cabang yang ada swimming pool.

    TEACHER : Dari pengalaman kemarin, teachernya berpengalaman, ramah dan bisa approach ke anak sehingga terlihat anak-anak ga takut untuk mencoba.

    FEE  : Saya kebetulan enroll di cabang Living World sehingga mendapat harga promosi
    Registration Fee : IDR 231,000 (harusnya 500,000)
    Monthly Fee : IDR 998,000 (harusnya 1,199,000)
    Activity Fee : None
    Uniform Fee : None
    Development Fee : None

    PROS :
    + Bagus untuk anak-anak punya energi berlebih. Daripada main ga jelas di playground, lebih baik ikut saja sekolah ini dimana mereka bisa mengeluarkan energi mereka dengan motorik skill yang diarahkan. Oh ya, disini juga akan ada report ya dari teachernya untuk memantau perkembangan si anak
    + Bersih, Child Proofing bagus, equipment semua bagus. Sammy ga sneezing yang berarti persoalan debu aman

    CONS :
    + Harus commitment 6 bulan, otherwise akan kena charge IDR 500,000
    + Yang dilatih hanya motorik, tidak seperti preschool umum dimana melatih sensorik dan lainnya
    + Cukup mahal untuk hitungan hanya gym, karena bulanannya melebihi gym dewasa
    + Tidak ada engagement dengan teman-temannya karena simply anak hanya datang, ikut kelas dengan bantuan pendamping dan arahan teacher lalu pulang.

  2. GYMNADEMICS INDONESIA
    Saya coba survey kesini karena melihat Kawa, anaknya Andien sekolah disini. Saya ga bisa banyak cerita karena survey hanya sebentar dan ga ikut trial. Pada intinya, sekolah ini sama seperti Rockstar Gym dimana fokus mereka untuk memberikan stimulasi motorik untuk anak. Metode yang mereka pakai Glenn Doman. Selain melatih motorik, mereka juga ada acara makan bersama, dimana kegiatan makan ini penting sekali ya di usia dini anak.FACILITY : Jujur saya agak shock dengan kondisi fasilitasnya. Obviously ga bersih seperti rockstar gym, entah mungkin karena di ruko atau gimana. Equipment di ruang kelas mostly hanya ada matrass, gym balls dan kotak pasir dimana terlihat sudah usang.

    TEACHER : Saya ga bisa bicara banyak mengenai teacher karena Sammy ga trial, mungkin teacher disini jauh lebih berpengalaman ya daripada rockstar gym. Dari yang saya lihat saat itu kebanyakan anak-anak dipegang oleh susternya. Ada 2 teachers yang sedang melatih anak di gym ball. So, untuk amannya, saya no comment untuk teachersnya.

    FEE : Tahun kemarin saat saya tanya sih one time fee-nya IDR 13,000,000 ya. Saya lupa monthly feenya berapa yang pasti lebih dari IDR 1,000,000.

    PROS :
    + Dari cara mereka menjelaskan ke saya, jelas sekali kalau they know what they do. Jadi saya cukup yakin cara yang mereka gunakan untuk memberi stimulasi itu benar-benar bisa berdampak cukup besar bahkan untuk yang delayed motoriknya.
    + Ada engagement antara parents-teachers-students, terlihat sekali mereka semua seperti keluarga

    CONS :
    + Equipments yang sudah usang dan overall kelas yang kurang bersih
    + Mereka cukup tertutup ya mengenai fee, jadi unlike school lain yang biasa disodorin pricelist fix, ini ngga. Itupun saya dikasih tau fee saat saya beranjak keluar dari rukonya dan bilang mengenai fee nanti dibicarakan lagi kalau sudah serius. Saat itu saya benar-benar turn off, karena faktor fee itu kan jadi faktor utama pertimbangan kami. Saya mengerti kalau mungkin mereka takut saya hanya benchmarking, tapi namanya juga mencari sekolah untuk anak ya kalau saya sampai survey berarti saya sudah serius.

  3. KINDERHAVEN
    Ini salah satu sekolah yang tergolong masih baru tapi sudah hits di kalangan social media ya. Kurikulumnya montessori, jadi sesuai dengan kriteria kami. Bulan February tahun ini mereka mengadakan open house dan sekilas dari yang kami lihat, kami suka dengan sekolah ini. Satu hal yang membuat saya kurang sreg, karena sekolah ini masih tergolong baru, belum ada track record mengenai capability teachers dan alumninya. Mereka ada acara makan bersama sehingga ada engagement dan biasanya dari acara makan bersama ini anak yang tadinya susah makan jadi bisa pinter makan. Lalu playground dan library mereka bebas untuk diakses oleh students Kinderhaven.FACILITY : Ruang kelas terang, spacious dan mengikuti metode montessori (all within child’s reach). Mereka juga punya huge playground dan library yang unfortunately di buka untuk umum. Ada beberapa yang saya notice riskan seperti lantai yang dilapisi vinyl sedangkan anak diharuskan memakai kaus kaki sehingga rawan sekali terpeleset. Beberapa electricity sockets terlihat terbuka tanpa ada pengaman dan itu within child’s reach. Di area playground hanya ada 1 orang staff yang stand-by di slide tertinggi dan 1 orang staff untuk checking tiket masuk, sedangkan di area itu segala range umur mixed disitu mulai dari toddler sampai anak usia 8-10 tahun yang sudah berlari-larian beringas. Sungguh saya takut banget saat menemani Sammy main disitu, takut Sammy ketabrak dan kedorong sama anak-anak yang lebih besar.

    TEACHER : teachersnya terlihat masih muda tapi saya ga berani judge mengenai experience mereka karena Sammy ga trial. Mereka ramah-ramah banget dan bahasa Inggris mereka juga bagus.

    FEE :
    – Uniform Fee : IDR 250,000

    PROS :
    + Gedung sekolah masih baru jadi fasilitas dan equipment semua masih baru dan bersih. Area sekolah dan ruang kelas luas karena di dalam gedung tersendiri. Sekolah juga dilengkapi oleh playground dan library yang besar
    + Metode Montessori sehingga tidak memaksa anak untuk belajar dengan sistem teacher centered
    + Jadwal masuk sekolah tidak setiap hari
    + Teachers yang ramah dan telaten. Perbandingan teachers-murid 2 : 15.

    CONS :
    – Masih baru sehingga belum terbukti track recordnya
    – Playground dan library yang dibuka juga untuk umum dan lintas usia sehingga safety anak harus kita sendiri yang jaga alias tidak bisa ditinggal
    – Fee yang lumayan mahal dimana preschool biasanya menerapkan sistem paket beberapa tahun untuk development fee, tapi ini dihitung per tahun.

  4. TUTOR TIME
    Nah, ini salah satu incaran saya karena sudah terkenal sebagai childhood education specialist sejak tahun 1996. Tutor time ini franchise dari tutor time USA dimana setiap setahun sekali akan ada tutor time dari head quarter yang akan datang untuk mensurvey ulang kelayakan setiap cabang. So, kualitasnya dijamin ya. Dengan jam terbang yang sudah tinggi, track recordnya juga sudah terlihat, dimana ini membuat saya lebih firm. Tutor time ini menggunakan metode SMART, lihat dibawah ini untuk lengkapnya :

    Source : www.tutortime.com

    Satu hal yang membuat saya ga sreg di tutor time cabang Gading Serpong ini adalah jam masuknya yang hanya ada satu opsi yaitu jam 8 pagi, dimana untuk cabang lain biasanya ada 2 opsi. Menurut saya jam 8 pagi itu masih terlalu pagi dimana, saya harus berangkat dari rumah at least jam 7 pagi, dan yang berarti Sammy sudah harus bangun dan saya siapkan dari jam 6 pagi. It takes too much effort untuk anak sekecil Sammy karena saat nanti dia sekolah beneran, dia pasti diharuskan bangun pagi karena sekolah mulai jam 7 pagi.

    FACILITY : Sekolah ini tempatnya di ruko ya, jadi ruang gerak termasuk terbatas tidak seperti kinderhaven. Sammy sempat trial di kelas toddler dimana areanya memang termasuk luas. Lantai dari keramik biasa dan setiap anak akan diberikan dedicated sandal karet non slip supaya mereka ga terjatuh. Mainan-mainan terlihat sudah lama tapi terawat dan bersih. Sistem child proofingnya juga bagus. Disini juga tidak perlu pusing menyiapkan bekal karena mereka akan menyiapkan makan pagi untuk dimakan bersama-sama. Untuk kelas toddlers, bawakan saja diapers dan botol minum, kalau anak pee atau poo, teachers yang akan menggantikan (ada changing table dan wastafel didalam ruang kelas).

    Untuk Area ruang kelas Twos memang lebih kecil ya dan ga terlihat se-fancy kinderhaven. Area playground toddler pun terlihat dipaksakan karena terbatas spacenya. Seluruh equipments mulai dari lantai, kursi, meja, mainan sampai pintu diberi label dalam bahasa inggris-bahasa indonesia-bahasa mandarin. Impressive.

    TEACHER : Saat Sammy trial, saya ikut masuk ke dalam kelas sekaligus observe dan mengisi lembaran kuisioner. Yang saya lihat disini, semua terlihat simple, circle time, bernyanyi, dance, cukup menggunakan music player. Memang ga hi-tech, tapi cukup banget untuk toddlers. English speaking skills teachers juga tergolong oke walaupun accentnya memang kurang (konon katanya di cabang lain seperti Intercon dan Jaksel itu bagus banget. Teachers untuk toddlers mungkin terlihat lebih seperti nanny ya, karena anak-anaknya semua sibuk sendiri, nangis sendiri dan ga ngerti what to do, but they tried their best.

    FEE :
    – Uniform Fee : None
    – Activity Fee : None

    PROS :
    + Sudah berpengalaman dan ada track record
    + Ruang kelas dan equipments bersih dan terstruktur
    + Kurikulum jelas dan seluruh mainan/wastafel/kursi/meja mengikuti pola montessori (within child’s reach)

    CONS :
    + Space keseluruhan sekolah sempit
    + Jam masuk ga fleksibel hanya bisa jam 8 pagi
    + Teachers untuk toddlers terlihat kurang bisa menguasai medan

  5. Santa Laurensia – LEC (Laurensia Enrichment Center)
    Nah, ini almamater saya dan sekolah incaran saya untuk nanti Sammy kindergarten dan SD (SMP sudah di plot daddynya di almamaternya, Canisius :P). Santa Laurensia ini track recordnya sudah jelas dan terbukti ya. Adik saya pun dari preschool di Santa Laurensia, dari ga bisa bahasa inggris sama sekali sampai saat kindergarten dia sudah lancar sekali bahasa inggris tanpa les diluar. Demikian juga sejarah saya bisa bahasa inggris sampai bisa jadi English teacher. Jadi, berhubung saya sudah melihat hasil saya dan adik saya di sekolah tersebut, saya memang akan memasukkan Sammy kesini. Masalahnya, mereka baru membuka nursery class untuk anak umur 3 tahun. Untuk anak dibawahnya ada yang namanya LEC, itupun baru bisa dimulai saat anak berusia 2,5 tahun. Ya sepertinya mereka memikirkan juga kesiapan anak untuk sekolah.Saya sempat tanya kenapa sih mereka baru membuka kelas untuk anak usia 2,5 tahun. Mereka menjawab karena di usia yang lebih muda, anak belum bisa bermain DENGAN (bukan bersama) teman-temannya dan berinteraksi. Mereka belum mengerti. Mereka belum di potty training dan emosinya juga belum stabil. See? They know what they do. Kurikulum disini pun masih konvensional ya jadi teacher centered dengan satu assistant teacher dan satu helper di kelas.

    LEC ini kalau saya lihat bahkan bukan seperti preschool tapi lebih seperti day care. Kelasnya juga hanya art and movements, seminggu 2 kali masing-masing 1 jam. Jadi saya putuskan untuk tidak enroll disini karena yang ada cape dijalan hanya untuk 1 jam di kelas. Oh ya perlu di notice, St. Laurensia ini sekolah katolik, jadi sebelum mulai kelas, students akan diajak berdoa bersama menurut ajaran katolik.

    FACILITY : Jujur saya agak shock melihat kondisi ruang kelas, cat tembok, equipments dan lainnya yang sepertinya sudah sangat oldies dan ga diperbaharui. Saat preschool lain sudah pakai matras seperti karpet yang ukuran besar, mereka masih menggunakan carpet. Disaat preschool lain sudah menggunakan hi-tech equipments, mereka masih menggunakan radio player, leave alone child-proofing (lihat kabel yang melintas di foto ketiga)

     

    TEACHER : Hanya ada satu main teachers disini dan saya yakin sekali teacher disini well experienced dan jam terbangnya tinggi. Saat survey saya memperhatikan anak yang masih menangis dan ga fokus, si teacher bisa membuat anak-anak ini fokus ke dirinya. Cuma kekurangannya ya itu, metodenya pastinya metode jaman dulu ya.
    FEE : 1 term di LEC ini terdiri dari 2,5 bulan dengan intake hanya di bulan july. Total ada 4 terms
    – Term Fee : IDR 1,800,000 / term (2,5 bulan – 20x pertemuan)
    – Registration Fee : IDR 100,000
    – Development Fee : None
    – Activity Fee : None
    – Uniform Fee : None

    PROS :
    + Sudah berpengalaman puluhan tahun, track record sudah jelas terbukti
    + Sekolah ada sampai jenjang SMA, jadi ga perlu pindah-pindah sekolah lagi
    + Teachers sudah berpengalaman dan jam terbang tingi

    CONS :
    – Kondisi sekolah oldies dan equipments tidak terawat dan kotor
    – Baru bisa masuk di usia 2,5 tahun
    – Durasi terlalu singkat hanya 1 jam
    – Program kelas juga terbatas hanya ada arts dan movements

Mengenai masalah finansial, sebenarnya tidak berbeda terlalu jauh ya antara 3 sekolah terakhir ini. Kami mengecualikan rockstar dan gymnademics karena keduanya bukan sekolah. Kebetulan Daddynya Sammy membuat perhitungan kasar mengenai perbandingan fee ketiga sekolah ini.

Nah, dari sekian banyak yang kami survey dan trial, akhirnya kami memutuskan untuk enroll Sammy di Rockstar Gym dulu sampai awal tahun depan saat usia Sammy masuk 2 tahun. Saat Sammy sudah usia 2 tahun, saya akan memilih antara kinderhaven atau tutor time, whichever available, tapi kami lebih condong memilih tutor time. Saat usia Sammy 3 tahun, kami akan memasukkan Sammy ke St. Laurensia untuk nursery school. Sekian sharingan saya, semoga membantu.

 

Cheers,

Mommy Sammy

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.