Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya mengenai Sensoric Processing Disorder (SPD), sudah hampir setahun saya ‘bertarung’ dengan masalah makan Sammy. Bagi yang belum awam dengan istilah apa sih SPD, bagaimana saya tahu Sammy kena SPD, bisa baca disini. Dimulai saat usia 8 bulan dimana Sensoric Processing Disordernya ditemukan dan saat saya pikir sudah sembuh, ternyata dimulai lagi saat usianya 12 bulan.

Pada post sebelumnya saya sudah menjelaskan masalah makan dan GTM (Gerakan Tutup Mulut) yang diakibatkan oleh TACTILE DEFENSIVENESS. Masalah GTM akibat SPD bisa dipicu oleh berbagai masalah pada ketujuh indera (keseimbangan/vestibular, movement/proprioception, visual, pendengaran, penciuman, peraba/tactile dan perasa/taste). BIASANYA yang paling sering terjadi pada kasus GTM akibat SPD itu diakibatkan oleh tactile, proprioception, atau oral sensory secara keseluruhan (oral sensory processing). Nah, di post kali ini saya bahas masalah GTM yang diakibatkan oleh ORAL SENSORY PROCESSING.

Oral sensory processing ini dipengaruhi oleh kerja dari ketiga indera :

  1. Tactile pada mulut bertugas untuk menerima segala rangsangan yang diterima oleh bibir, lidah, gusi dan pipi. Bagian ini bertugas untuk merasakan tekstur, temperatur, dan konsistensi (padat/encer/alot)
  2. Proprioception pada mulut bertugas untuk memberikan signal pada rahang untuk mengunyah, lidah untuk mengaduk dan menelan makanan
  3. Taste pada mulut bertugas untuk menerima rangsangan berupa macam-macam rasa seperti asin, manis, asam, pedas dan pahit.

Di saat ada satu saja dari ketiga bagian itu yang bermasalah, maka kegiatan makan ini menjadi berantakan. Jadi solusi GTM seperti diajak jalan keluar, dibuat lapar, diberi distraction (TV atau mainan), ganti suasana sampai ganti menu, TIDAK AKAN BISA menyelesaikan masalah GTM akibat SPD kalau indera yang bermasalah tidak diperbaiki. Pada kasus Sammy kebetulan masalah GTM-nya disebabkan oleh TACTILE DEFENSIVENESS.

Saat anak mengalami masalah di Oral Sensory Processing, tidak selalu masalah tersebut berupa HYPERSENSITIVE. Seperti SPD yang terjadi pada indera lain, seorang anak SPD bisa dikategorikan seeking atau avoiding. Nah, pada Oral Sensory Processing ada tiga kemungkinan yang terjadi jika Oral Sensory Processing bermasalah :

  1. Seeking, contohnya :
    Suka menjilat benda atau apapun yang dia lihat SECARA BERLEBIHA
    – Suka mengunyah benda selain makanan (pensil, krayon, mainan, kayu, baju, dll) SECARA BERLEBIHAN
    – Suka menggigit mainan atau orang jika sedang terlalu excited atau bahkan saat tidak terprovokasi
    – Suka menggigit bibir, kuku, bagian dalam pipi
    – Sangat menyukai makanan dengan rasa asin/pedas/manis YANG EKSTREM
    – Berusaha memasukkan makanan dalam jumlah yang sangat banyak ke dalam mulut
  2. Avoiding, contohnya :
    – Muntah saat makan makanan yang lumpy dan tekstur kasar
    – Benci sikat gigi
    – Lebih suka tekstur makanan tertentu seperti crispy atau sangat halus (puree)
    – Lebih menyukai makanan yang rasanya tawar
    – Makanan harus dihaluskan atau dipotong sangat kecil
    – Menghindari makanan yang lengket dan benyek
  3. Low Registration, contohnya :
    – Tidak bisa mengunyah makanan
    – Kesulitan untuk minum dengan sedotan
    – Sering melepeh dan meludah
    – Sering melepeh makanan saat makan
    – Makanan sering tidak sengaja jatuh dari mulut saat makan

Saat Sammy pertama kali di diagnosa dengan SPD, dia bahkan bisa histeris kalau disuruh menyentuh makanan atau sesuatu yang basah, namun saat itu sammy sudah terbiasa menggunakan straw cup. Sammy bisa muntah saat saya berikan bubur dengan tekstur kental. Sammy tidak bisa makan makanan dengan rasa terlalu manis atau asin. Saat itu  (usia 8 bulan), SPD Sammy diakibatkan oleh tactile defensiveness dan DELAYED MOTORIC (baca ceritanya disini) dan sadly, yang kali ini juga disebabkan oleh tactile defensiveness lagi.

Untuk anak SPD yang GTM, ga ada istilah lapar untuk mereka dan kalau SPD tidak diperbaiki bisa menghambat pertumbuhan karena kurangnya nutrisi yang masuk dari makanan. Susu yang diberikan pun harus susu high calorie seperti nutrinidrink (untuk anak usia diatas 1 tahun) atau pediasure.

Untuk terapi SPD saat Sammy 8 bulan bisa dilihat di instagram saya dengan hashtag #sammyspd. Untuk terapi yang sekarang, Sammy diminta untuk terapi sensori integrasi rutin di RSIA Bunda oleh dr Luh Wahyuni. Terapinya ini bermain ya tapi sekaligus melatih modulasi motorik dan memperbaiki tactile defensivenessnya.

BAGAIMANA LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENGATASI GTM AKIBAT SPD?

  1. Assessment dengan dokter REHAB MEDIK
    Yes, dokter rehab medik atau tumbuh kembang ya. Bukan dokter spesialis anak biasa. Karena dari pengalaman saya bahkan banyak dokter anak yang tidak tahu mengenai Sensoric Processing Disorder dan akibat kurangnya knowledge jadi cenderung menganggap enteng
  2. Stop Self-Denial, Tell The Truth
    Saat konsultasi dengan dokter rehab medik, ceritakan keseluruhan story dari apa yang dianggap janggal. Usahakan untuk tidak self-denial supaya dokter bisa memberikan diagnosa yang tepat. Seringnya orangtua merasa ‘ah anak saya begini oke kok’, ‘ah anak si itu juga dulu begitu tapi sekarang oke’, akibatnya diagnosa ga tepat, terapi juga ga tepat sasaran. We are talking about the future of our babies, please jangan anggap remeh hal sekecil apapun. Trust your instinct.
  3. Jangan Asal Terapi dan Ikut-ikutan
    Ingat, TIDAK ADA DUA ANAK SPD YANG PUNYA KASUS SAMA PERSIS. Jadi ga bisa hanya dengan bertanya kasus si anak A, lalu terapinya disamakan dengan anak A. Setiap anak pasti berbeda kondisinya dan yang paling tahu bagaimana terapinya hanya OCCUPATIONAL THERAPIST. Just because gejalanya sama, belum tentu loh si anak GTM karena SPD
  4. Rajin Berikan Stimulasi Sensorik Sendiri Dirumah SECARA RUTIN
    Kalau progress mau cepat, sebaiknya ga cuma mengandalkan Occupational Therapist di tempat terapi, tapi dirumah juga terus menerus diberikan stimulasi oleh orangtuanya lewat bermain, makan, dan pijat.
  5. Berikan Susu High Calorie dan Vitamin Untuk Mengisi Kekurangan Nutrisi
    Anak SPD yang GTM ini bukan lagi masuk kategori fussy eater karena intake makanan itu sangat sangat sedikit dimana kebutuhan gizi PASTI tidak bisa terpenuhi. Jadi saya diminta dokter untuk memberikan susu high calorie untuk mengisi kekurangan asupan makanan. 200 mL nutrinidrink setara dengan 300 kalori (1 porsi makan). Vitamin seperti zat besi juga perlu untuk melengkapi nutrisinya ya
  6. Kalau Sudah Didiagnosa, Segera Jadwalkan Terapi Rutin DI TEMPAT YANG SUDAH ADA TRACK RECORD
    Please please, jangan karena hanya masalah jarak dan waktu, akhirnya kita jadi terapi anak di tempat yang seadanya. Percayalah, kalau terapisnya well experienced, progressnya juga akan lebih cepat.
  7. Pastikan Hypersensitive/Hyposensitive-nya Di Area Tubuh yang Mana
    Sebisa mungkin cari tahu bagian tubuh mana yang affected supaya dirumah pun kita bisa berikan stimulasi, bukan cuma mengandalkan terapi di rumah sakit

APA SAJA TERAPI YANG SAYA LAKUKAN DIRUMAH?

  1. Mengajak Sammy sesering mungkin bermain di outdoor (taman, kolam renang, playground)
  2. Memberi permainan stimulasi sensorik (main pasir kinetik, potong-potong buah dan sayur, siram pohon diluar, main playdoh, duduk di rumput, main slime, tiup bubble, finger painting, dll)
  3. Memberi stimulasi motorik DI ATAS USIA Sammy (gowes sepeda, memanjat, jalan di balok titian, dll)
  4. Memberi stimulasi oral sensory seperti jilat ice cream (untuk anak SPD, makan ice cream ini siksaan karena manisnya dan dinginnya), berikan buah yang asam, berikan makanan dengan mixed texture
  5. Berhubung tactile defensiveness Sammy itu mulai punggung ke atas, jadi saya memberi exposure dibagian itu seperti dengan membiarkan tag baju di leher, menyelipkan tissue di area leher belakang, memberikan body lotion di area punggung-tengkuk-kaki-tangan

Kurang lebih seperti itu penjelasan saya mengenai Oral Sensory Processing. Kasus GTM untuk anak SPD ini sungguh perjuangan yang sangat berat, karena yang diperbaiki bukan hanya area mulut tapi secara keseluruhan dari pusat saraf sensorik. Sebagai ibu saya tidak boleh putus untuk memberikan stimulasi, ga boleh stress dengan intake makan yang hanya 1 sendok makan per hari, dan ga boleh lelah putar otak untuk memenuhi gizi pertumbuhan Sammy.

So far, Sammy sudah tiga kali terapi di RSIA Bunda dan progressnya sangat bagus, terlihat dari proses makan dan jenis makanan yang dia makan. Lengkapnya akan saya bahas di post mengenai terapi sensori integrasi. Untuk Moms yang mau tahu diary cerita SPD Sammy, silakan lihat di highlight instagram saya bagian SPD. Semoga sharingan saya bisa memberi pencerahan ya. Ingat, Sensoric Processing Disorder BUKAN PENYAKIT, jadi anak SPD tidak kalah hebatnya dengan anak non SPD. Happy parenting!

 

Cheers,

Mommy Sammy