Hola Mommies!

It’s been a few weeks since the last time I updated this blog. Maafkan karena kesibukan sana sini, no ART, urus pre-orders, dan….. solo traveling without husband and baby πŸ™‚ Yup, beberapa post ke depan akan dipenuhi oleh cerita perjalanan saya solo trip to Korea (yes, Korea again) tapi kali ini cuma berdua sama temen saya yang single, tanpa daddy Sammy dan Sammy.

TIKET PESAWAT

Sebenarnya rencana liburan ini sudah direncanakan sejak Sammy masih di perut, pengen girls trip berdua aja ke Seoul, akhirnya April kemarin (pas saya lagi di Seoul juga ROFL), ada GATF dan impulsively langsung beli tiket Garuda Airlines seharga IDR 5,400,000 return ticket. Dibilang murah banget juga ngga ya, karena harga normal pakai Korean Airlines waktu April peak season saya beli dengan harga IDR 6,600,000. Compared to service, in-flight meals dan excess baggage sepertinya next time saya akan tetap pilih Korean Airlines. Berhubung judulnya solo trip Korea jadi tutup mata saja tapi kalau bawa Sammy kayaknya ga akan saya pakai airlines ini.

Jujur saya agak shock dengan cabin crew GA yang konon katanya sopan-sopan tapi kok ternyata kasar ya. Jadi ceritanya pas pulang dari Seoul, di kursi belakang saya ada 3 mas-mas yang sepertinya baru pertama naik pesawat, mereka peluk tas mereka karena space cabin diatas mereka sudah penuh, tiba-tiba ada satu cabin crew sudah ibu-ibu lumayan berusia ngomong dengan KASAR : “Pak! Itu bahaya, ga boleh begitu! (yes I mean it, ngomongnya ga santai).” Si mas bilang,”oh ga boleh ya? habis diatas sudah ga ada tempat lagi.” Si cabin crew langsung ngeloyor pergi sambil buka cabin sekitar 6 seats didepan,”ini kan masih kosong, bisa kan ditaro disini. tolong jangan gitu ya pak, bahaya itu!” TANPA DIBANTU, si mas nurut taro tas di cabin yang terbuka itu. IMHO, siapa juga yang kepikir buka-bukain cabin yang POSISINYA SUDAH TERTUTUP, dan please lah ngomongnya ga perlu bentak-bentak. Lain cerita dengan cabin crew Korean Airlines, mereka dengan sopan akan bungkuk di dekat kita sambil bilang,”may I store your bag in the cabin, you can pick it up later after we take off.”

Kejadian berikutnya, saya haus jadi saya ke belakang minta mineral water, again cabin crew bapak-bapak Indonesian replied to me TANPA MELIHAT KE SAYA : “tunggu aja, itu lagi dibagiin di depan.” I was like WTF tapi masih sabar, jadi saya balik ke tempat duduk. 20 menit kemudian pas si bapak cabin crew itu lewat saya tanya lagi untuk minta air karena saya beneran haus banget, dia replied,”sabar dong, nanti juga pasti dikasi kok” Seriously, what the hell is wrong with these people?? Korean airlines crew setiap kita panggil bakal bungkuk senyum sambil bilang,”how may I help you? could you please wait a minute, I will get it for you.” Di semua airlines yang pernah saya naikin ga pernah kayak begini modelnya and this happened di Garuda Airlines yang katanya airlines terbaik di Indonesia.

VISA

Untuk solo trip korea kali ini saya apply multiple visa di Dwidaya Tour simply karena saya lagi ga ada waktu buat bolak balik ke konsulat walaupun suer super gampang bikinnya. Di tour agent gini biayanya lebih mahal IDR 250-300,000, tapi considering biaya taxi bolak balik tangerang-jakarta, jadi saya putuskan pakai tour agent. Kesannya : LEBIH RIBET. Mereka minta foto 4×6 (unlike kalo apply sendiri konsulat akan minta 3.5×4.5cm). Kejadian lucunya, saya kan print foto di Jonas Photo ya kategori visa, so I assumed they understand the specification of 4x6cm. Pas saya kasih semua dokumen ke dwidaya, mbak agentnya pake penggaris ukur lalu bilang : “mbak, ini kelebihan 0.1mm jadi harus cetak ulang ya” Saya langsung beralibi,”lah mbak, ini saya cetak di Jonas loh bukan gunting sendiri, dan ga mungkin juga saya bawa penggaris ke tempat cuci cetak foto. Lagian saya cukup yakin ngga mungkin petugas konsulatnya ukurin foto satu persatu pake penggaris, karena baru 6 bulan lalu juga saya apply sendiri.” Si mbak tetap hesitate buat proceed tapi saya ngotot dengan bilang kalo sampe nanti konsulat require more photos saya akan kasih. Lucu yang kedua, mereka minta surat sponsor dan surat ijin suami TERPISAH. Jadi saya sudah siapkan surat sponsor yang menyatakan suami saya menulis kalau istrinya mau pergi ke korea tanggal sekian sampai sekian, segala urusan finansial akan dia tanggung dan dia guarantee istrinya akan kembali lagi ke Indonesia. Guess what, si mbak agent tolak lagi dengan alasan disana harus ada surat ijin terpisah, yang setelah mereka cari-cari contoh templatenya itu ya sama dengan surat sponsor yang saya kasih. Ya iyalah wong surat sponsor itu saya pakai untuk apply visa USA dan visa korea 6 bulan lalu -.-” Saya bilang ke mereka,:mbak, coba deh, kalo suami saya sudah sponsorin saya bahkan sampai kasih suart bermaterai, slip gaji, rekening tabungan, masa iya dia ga kasih ijin?” Long story short, selesai dalam 3 hari kerja, karena saya apply multiple visa.

Apa syarat multiple visa? Cukup kamu pernah mengunjungi Korea satu kali aja kok. Multiple visa means kamu bisa bolak balik korea dalam 5 tahun ke depan dengan satu kali stay max 30 hari. Lalu kalau suami saya mau apply visa multiple juga bisa langsung karena saya sudah pemegang visa multiple. Jadi kalau tahun depan saya mau ke Korea lagi ya saya ga perlu bikin visa lagi, tinggal beli tiket pesawat. Harganya per blog ini ditulis itu IDR 1,224,000.

Persyaratan visa multiple ala Dwidaya Tour (yang versi single sudah pernah saya post disini) :

  • Form yang sudah diisi
  • Passport Asli
  • Foto 4×6
  • Fotokopi semua halaman passport yang ada tulisan dan cap visa dari negara lain (kalau ada)
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Akte Nikah
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Surat Sponsor Suami (kalau mau templatenya, drop comment nanti saya email)
  • Surat Ijin Suami stating MAU APPLY BISA MULTIPLE
  • Bukti keuangan : slip gaji, rekening koran 3 bulan yang ada pemasukan gaji, SPT (salah satu saja)

Yes, itu saja ya, ga perlu lampirkan tiket dan bookingan hotel, mereka sudah ga lihat itu lagi.

TIKET ITXΒ 

Jadi hari kedua disana, saya ada rencana ke Nami island (lagi) buat lihat dedaunan pas musim gugur, dan memang kalau ke Nami Island lebih baik saat musim gugur. Bagusnya ngga terkira (sampai mewek). Nah dari Seoul ke Nami Island bisa berbagai cara ya : subway, bus, dan ITX. FYI, Nami Island itu lokasinya di Gapyeong jadi lumayan jauh sekitar hampir 2 jam dari Seoul. Saya pilih ITX karena lebih cepat (bus lama karena banyak stop) dan lebih ga cape (percayalah tangga subway di Korea itu nauzubillah). Tiket ITX itu harus beli diawal ya lewat website ITX. Kenapa ngga go show aja? Ya bisa sih tapi ITX modelnya itu seperti shinkansen, jadi ada dedicated seat yang ada nomornya. Ada tempat duduk untuk yang go show tapi mungkin cuma untuk 6 orang itupun diprioritaskan buat lansia, pregnant women dan babies.

Harga tiket ITX kalau dirupiahkan sekitar IDR 80,000-an, bookingnya harus pakai credit card ya. Ini step-by-stepnya :

  1. Beli Tiket ITX online disinihttp://www.letskorail.com/ebizbf/EbizBfTicketSearch.do, lalu isi formnya seperti dibawah ini:
    – Travel Category : Normal Type
    – Travel Type : Direct
    – Departure Time : isi tanggal berangkat, set “hour” di 0 supaya bisa pilih jam-jam keberangkatan yang available
    – Departure/Arrival : Yongsan/Gapyeong (Departure ini bisa Yongsan atau Cheongnyangni tergantung kalian stay dimana, lebih dekat kemana)
    – Train : ITX-Cheongchun (jangan salah ya)
    – Passengers : isi data yang bakal naik ITX
    Setelah lengkap, klik inquiry, pilih jadwalnya mau yang mana, lalu isi detail kelengkapan data kalian dan payment details. JANGAN LUPA PRINT CONFIRMATION
  2. Datang ke yongsan atleast 1 jam sebelum keberangkatan, karena kalian harus tukar PRINTED CONFIRMATION lagi di booth yang ada di yongsan station.
  3. Setelah dapat tiket asli dari mbak-mbak di loket, masuk ke gate lalu belok kanan, turun ke bawah, cari keretanya dan CAR NUMBER kalian yang tertulis di setiap gerbong. Car number paling kecil ada di paling kanan. Bear in mind, ITX ini jalanya ON TIME, kalaupun kalian bingung dengan car number, masuk saja pokoknya nanti bisa pindah gerbong kok.

SIMCARD OR WIFI MODEM?

Dari pengalaman saya, wifi modem itu cepet banget habis baterenya, dan ribet banget kalau harus charge dua-dua HP dan wifi modem, jadi paling aman pakai simcard 4G. Saya beli simcard KT OLLEH (Korean friends saya recommend provider ini karena lebih reliable). Beli di klook atau traveloka, harganya bisa cek sendiri ya di websitenya. Simcard 4G ini biasanya unlimited data tapi ga bisa incoming/outgoing calls ya, jadi kalau mau call bisa lewat whatsapp/line/kkaotalk audio saja. Harganya untuk 5 hari sekitar IDR 330,000-an.

APPLICATION

Percayalah google maps, waze, dan apple maps ga bisa dipakai di Korea, tapi anehnya local Korean pada bisa pakai tuh disitu. Jadi yang perlu di download disana itu :

  1. Kakao Maps (ini paling tokcer karena ada menu English, bisa buat jalan kaki, bisa subway dan kasih tau bus yang mau dinaikin kosong apa rame dan datang dalam berapa menit)
  2. Naver Maps (ini lebih tepat katanya tapi semua pakai Hangul Korea LOL)
  3. Naver Dictionary (Amit-amit kesasar, kasih tunjuk tulisan hangulnya ke Korean saja)

AIRBNB atau HOTEL?

Honestly saya lebih pilih airbnb ya, kenapa? Kita bakal keluar seharian kan disana jadi ngapain stay di hotel yang mahal-mahal banget. Disana hotel di lokasi yang strategis dengan area super amat sangat minimalis bisa harga IDR 2 jutaan. Sedangkan kalau traveling itu yang paling penting adalah Lokasi, lokasi dan lokasi untuk menghemat waktu. April kemarin saya tinggal di Jongno-gu yang cuma 10 menit ke Myeongdong, sekitaran ga ada tempat makan, street foods, toko-toko jualan baju etc karena memang itu daerah yang lumayan elite dekat ke business district dan cuma ngesot buat ke Insadong-Gyeongbokgung Palace-Samcheongdong. Nah, kali ini saya stay di airbnb Hongdae, ini salah satu the best airbnb yang pernah saya datang. Tempat tidurnya ada 2 double beds jadi sebenarnya bisa buat 4 orang. Ada ruang makan, ada living room, lengkap banget dan cozy banget. Hostnya juga super baik dan komunikatif. Kalau mau book airbnb bisa pakai link dari saya ini supaya kalian bisa dapat diskon $32.

Lokasi hongdae ini agak ke pinggir seoul ya dan ini area mahasiswa, anggap saja kayak Ciumbuleuit deh di Bandung (maklum almamater UNPAR hehe). Disini setengah harga dari di Myeongdong etc, 3 menit jalan kaki sudah hongdae fashion street, 10 menit jalan kaki sudah subway hongdae exit 9 (di Korea yang penting dekat ke subway station itu sudah aman bisa kemana-mana). Hongdae itu lengkap kap kap, toko kosmetik BUANYAK, street foods lebih BUANYAK LAGI, jualan baju-baju pun jauh lebih murah. Di Hongdae semua cheaper (kecuali kosmetik ya) karena ini area mahasiswa, target market mereka mahasiswa. Teman-teman saya yang asli Korean sudah ga sarankan EHWA untuk shopping fashion items, mereka bilang disana practically dead area now. FYI, saya dapat coat bagus tebal cuma 39,000 won πŸ˜€ di Indo sepertinya sudah kena 2 jutaan.

T-Money

Ini kartu wajib yang bisa dipakai untuk bayar bus, subway, dan convenience store. Untuk 5 hari dengan kondisi pulang pergi airport naik bus, dua kali naik taxi (masing-masing argo dibawah 15,000 won), dan kemana-mana subway, saya menghabiskan sekitar 50,000 won.

OUTFITS

Sebelum berangkat saya sudah ditakut-takuti katanya disana bakalan dingin, winter comes early etc, ternyata sampai sana zonk πŸ˜€ but maybe it’s just me. Di awal November suhu kisaran 14 derajat di siang hari dan 8 derajat celcius di malam hari. Outfit saya benar-benar hanya light sweater, jeans/legging thermal dan coat yang beli di hongdae. Kaos kaki wool dan sepatu sneakers waterproof. Di hari saya pakai heattech yang katanya bakal dingin banget, I ended up keringetan parah. So, ini list bawaan saya selama 5 hari :

  • Heattech uniqlo 2 stel (cuma terpakai 1 stel)
  • Light sweater 2
  • Hoodie buat pakai di pesawat 1
  • Turtle Neck Fleece 2
  • Jeans 2
  • Thermal Legging 2
  • Baju Tidur 1 stel
  • Syal
  • Beanie (ga terpakai)
  • Mittens (ga terpakai)
  • Under garments (sesuaikan sendiri ya)
  • Kaos kaki wool beli di instagram platinum jakarta (5 pasang)
  • Sneakers adidas stan smith (intinya yang waterproof karena disana weather suka PHP, bisa tiba-tiba hujan deras)
  • payung lipat

Sekian blog post mengenai persiapan Mommy Sammy buat solo trip ke Seoul πŸ™‚ Untuk cerita perjalanannya ditunggu di post berikutnya ya. Don’t worry buat solo trip to Korea, Mommy Sammy will keep you posted supaya kalian fully prepared.

Cheers,

Mommy Sammy