Berhubung sudah lahiran anak kedua, boleh lah ya aku berbagi pengalaman waktu melahirkan kemarin 😄 Aku melahirkan Samantha dengan persalinan normal juga, sama dengan anakku yang pertama, Sammy.

Belajar dari pengalaman persalinan waktu Sammy sampai 25 jam, lama persalinan Samantha cuma 8 jam. Waktu persalinan Sammy, di bukaan 1 itu kontrakusi sudah rapet dan hebat per 3 menit, waktu Samantha bukaan 1 itu SAMA SEKALI GA ADA RASA selain kenceng-kenceng tanpa kram, tapi aku bertekad pokoknya ga mau 25 jam persalinan lagi. Cerita lengkapnya bisa dibaca di post aku ‘Samantha birth story’. Disini aku share what I did differently untuk mempercepat proses bukaan dan kontraksi ya.

❤️ MAKAN KURMA
Waktu itu ini banyak yang suggest, jadi aku sudah makan kurma sehari 4 biji dari week 37. Konon katanya kurma mengandung oksitosin alami untuk memicu kontraksi.



❤️ MAIN GYM BALL
Lupakan banyak jalan, ngepel jongkok, ga ngaruh di aku waktu hamil Sammy. Main gym ball dengan posisi open hip dan bouncing-bouncing itu bikin kepala baby cepet turun panggul (video lengkap liat di youtube bidankita). Ini sudah aku jalanin dari week 32, dan anakku sudah posisi kepala dibawah dari week 32.

❤️ MINUM AIR REBUSAN KAYU MANIS
Ini dibolehin ya sama OBGYN aku (tapi konfirmasi lagi aja ke OBGYN masing-masing), asal jangan rumput fatimah karena memicu pendarahan. Waktu Sammy, aku minum 2 gelas, langsung mulai pembukaan 12 jam berikutnya. Waktu Samantha aku minum selama 1 minggu dan langsung mulai pembukaan 1. Caranya : rebus 2 batang kayu manis dengan 2 gelas air pakai api kecil, sampai tersisa 1 gelas, minum 2x sehari. Aku tau ini dari bidan waktu hamil sammy.

❤️ OLES YOUNG LIVING OIL SCLARESSENCE & PEPPERMINT

Ini beneran ga bohong, awalnya padahal aku skeptis. Waktu bukaan 2 ga maju-maju dan kontraksi masih lemah dan jarang, aku udah mau pulang aja tuh, tapi akhirnya aku iseng praktekin oles di perut bawah, spine, ankle — tiap 20 menit. 3 jam kemudian langsung berentet pembukaan cepet.

Lalu, Peppermint ini oil wajib hamil dan persalinan. Kalau kamu liat video (di post yang birth story di ig aku) aku pas nahan sakit kontrakusi megang botol oil, itu peppermint yang aku pegang buat cium-cium demi energi tambahan.

❤️ STAY ACTIVE
Dulu pas persalinan Sammy aku kena zonk sm bidan, bukaan 2 aku sudah disuruh tiduran diem doang plenga plengo, itu malah ga bantu kepala baby makin turun. Jadi pas lahiran Samantha kemarin, aku ga mau diinfus dan tiduran sampe aku masuk bukaan 4. Jadi pas bukaan 1 itu aku sampe masih brazilian wax, gendong-gendong sammy kesana kesini, nyetir, dll. Pas bukaan 2 aku bahkan masih makan banyak dan jalan-jalan sama sammy 🤣. Bukaan 4 aku masih mondar mandir didepan hall buat check-in kamar rawat. Bukaan 6-7 aku masih whatsapp-an sama teman-teman aku yang sudah pada panik 😂 Intinya, JANGAN DIEM AJA.

❤️ ATUR NAPAS
Ini yang ga diajarin di senam hamil atau sama dokter tapi mungkin diajarin kalau kamu join kelas hypnobirthing. Kuncinya itu di napas. Berusaha untuk Tarik napas dari hidung, buang dari mulut dengan tenang dan steady. Ga perlu teriak-teriak karena ga ngurangin sakit juga plus energi kamu bakalan keburu habis saat ngeden nanti.

Dua kali melahirkan, sakitnya sama-sama jos, speechless. Cuma bedanya di persalinan Samantha, sakitnya kayak lari sprint, cepet dan langsung beres. Kalau waktu Sammy itu kayak marathon, tersiksa disepanjang jalan kenangan mulai dari jam pertama sampai terakhir. Sakitnya kayak apa? Mules mau poop itu sangat tidak mendeskripsikan hahaha intinya kamu bakal tau itu saatnya babymu mau launching. Kalau di aku itu sakitnya di perut bawah tembus sampai ke pinggang, kaki sampai lemas.

Eh tapi jangan sampai ceritaku ini bikin kamu jiper loh. Toleransi sakit setiap orang beda-beda dan who knows kalau di kamu ternyata ga sesakit itu kan? ☺️ FYI, aku bukan anti-csect, karena aku selalu pesen ke suamiku, kalau sampai terjadi situasi emergency aku harus dibelek, langsung laksanakan ga perlu tanya-tanya aku lagi. Tapi dari awal, pemikiran aku cuma aku set, aku mau melahirkan normal karena aku TAKUT DIOPERASI, aku takut mati sendirian di meja operasi. Suer aku paling ga bisa nahan sakit luka. Lalu aku mikir kalo aku ga bisa nahan sakit habis lahiran, terus siapa yang urus babyku karena aku sendirian yang bakal urus, ga ada sus/ortu/mertua/guek lai. Saat itu aku cuma sugestiin ke diriku, aku akan berusaha semampuku, Tuhan yang akan campur tangan dan pilihkan yang terbaik untuk aku dan anakku. Apapun cara lahirnya, pasti yang terbaik.

Setiap persalinan itu unik, ceritanya aneh-aneh, banyak hal ga terduga yang kadang terjadi diluar rencana kita (kayak aku pendarahan pas lahiran Samantha). Apapun prosesnya, realita harus mengalahkan idealisme ya. Kalau realitanya demi keselamatan ibu dan bayi harus melahirkan via sectio, please do it. Semua proses melahirkan mau normal/sectio sama-sama sakit, pilih aja mau sakit didepan atau dibelakang. Karena apapun cara melahirkannya, kita tetap ibu sejati dan ibu yang terbaik untuk anak-anak kita. Semoga sharingku bermanfaat ya ❤️

Cheers,

Mommy of Two Sams