Halo Moms!

Rasanya udah lumayan lama ya aku ga update di blog ini. Aku rajin update di instagram account aku tapi rasanya ga afdol kalau aku belum update disini.

Ga terasa tahun sudah berganti jadi tahun 2021, sudah satu tahun lebih kita hidup bersama virus covid-19. Sebuah pandemi yang entah kapan akan berakhir dan yang mungkin juga tidak akan berakhir sehingga mengharuskan kita untuk hidup berdampingan dengan virus jahat itu.

Ga terasa juga sudah satu tahun, sejak aku melahirkan anak keduaku, Samantha. Banyaaaaakk sekali yang ingin aku share di blog ini, karena di instagram ada batasan caption. Satu tahun terakhir hidupku bagai roller coaster. Jatuh bangun mental setiap harinya, berusaha untuk tetap waras dan menjalani peran sebagai ibu dan istri. Banyak hal yang terjadi selama satu tahun ini, yang membuatku acap kali ingin menyerah, dan marah sama Yang Diatas. Singkat kata, boro-boro mampu untuk menulis disini, karena bahkan sehari-hariku seperti hidup dalam bayangan.

Setahun terakhir ini jadi ujian terberat selama 33 tahun hidupku, dimana anak keduaku, Samantha, divonis adanya kelainan jantung bawaan (congenital heart disease – CHD) saat dia berusia 7 hari. Jangan ditanya rasanya. Hancur. Tapi Tuhan baik, sangat baik. Aku, si arogan ini, akhirnya bertekuk lutut dihadapan Tuhanku, ga berdaya. Untuk kesekian kalinya, Tuhan membungkam aku dengan kuasaNya dengan cara menyembuhkan kebocoran jantung Samantha. Ya Mujizat. Cerita lebih lengkapnya akan aku ceritakan di blog post mengenai perjalanan CHD (congenital heart disease) Samantha.

Jadi ya, aku baik-baik saja. Keluarga kecilku baik-baik saja. Bersyukur kami masih diberikan kesehatan dan mampu menjalani hari-hari kami. Setahun terakhir ini aku belajar untuk merendahkan diri, bahwa kuasa Tuhan itu melebihi manusia terpintar sekalipun. Dalam hitungan hari, bulan, hidup manusia yang tadinya berjaya langsung dilumpuhkan. Bukan lagi hanya satu atau dua negara, tapi satu dunia dilumpuhkan. Mulai dari sektor kesehatan, industri, edukasi, ekonomi, semuanya berantakan. Manusia ga lagi bisa untuk menghirup udara bebas tanpa bekapan masker. Betapa sekarang aku menyadari bahwa hal kecil seperti bernafas oksigen bebas itu sangat berharga. Betapa hiburan yang hanya jalan-jalan ke luar kota jarak 3 jam saja sudah bahagia sekali. Sayangnya penyesalan memang selalu datang terlambat. Sekarang kita sudah ga bisa hidup bebas seperti dulu, dan mungkin akan berubah untuk selamanya.

Jadi, bagaimana kabarmu disana, Moms? Apa kalian baik-baik saja? Kalaupun tidak, aku berharap kamu tetap bisa punya pengharapan ya… Stay strong, strong Mama!

See you in the next post!

Mommy Sammy