/ / 6 Top Tips Tetap Happy Tanpa ART

6 Top Tips Tetap Happy Tanpa ART

|

Salah satu masalah ibu-ibu dirumah biasanya itu drama urusan ART (Asisten Rumah Tangga) atau babysitter yang ga ada habisnya. Ga dipungkiri kondisi pandemi membuat proses seleksi memilih ART juga jadi semakin mempersulit kan, mulai dari harus aturin karantina-nya, PCR-Swab testnya, belum kalau ternyata positif. Terus baru seminggu kerja, ga cocok minta pulang? Pusing lagi deh. Wah kalo Mommy Sammy Sasa sih sudah trauma deh masalah seperti itu. Masalahnya, mungkin ga sih kita-kita, ibu-ibu ini tetap bisa happy tanpa ART. Tentu saja bisa asal tau tips-tipsnya happy tanpa ART.

Jaman dulu baru ada Sammy, aku kalau sapu pel, sambil gendong Sammy di baby carrier. Saat Sammy sudah bisa independent play, baru dia bisa aku tinggal di crib sambil aku kerjain house chores. Saat itu aku pun masih terima pesanan catering loh. Berat, tapi do-able. Sampai akhirnya jadi terbiasa dan lebih nyaman tanpa ART.

Disclaimer: post ini dibuat dari sudut pandang aku sebagai stay-at-home-mom tanpa ada maksud menyinggung pihak-pihak tertentu.

Apa aja sih jadinya yang bisa kita lakukan buat mengurangi stress dan beban kalau ga ada ART dirumah? Ini dia 6 tips tetap happy tanpa ART di rumah:

1. AJARI ANAK TANGGUNG JAWAB
Sedini mungkin ajari anak tanggung jawab seperti membereskan mainan yang sudah selesai dimainkan, memasukkan baju kotor ke keranjang, mengembalikan barang yang diambil ke tempat semula, menaruh sepatu di rak sepatu, dan lainnya. Semakin bertambah usia, tanggung jawab bisa ditambahkan lagi. Seperti contohnya, anak keduaku, Sasa, dia sudah bisa membereskan mainan, membuang sampah ditempatnya dari sejak bisa berjalan (14 bulan). Nah, sekarang di usia 18 bulan aku ajarin dia buat masukkin baju kotor dia dan kokonya ke mesin cuci.

Dengan adanya tanggung jawab untuk setiap masing-masing ANGGOTA KELUARGA, beban pekerjaan domestik bukan hanya jadi cuma pekerjaan satu orang yaitu si ibu, tapi semua orang, termasuk daddynya. Karena rumah milik bersama, jadi kebersihan rumah menjadi tanggung jawab BERSAMA. Ingat, bahwa apa yang kita tanamkan sekarang ini akan menjadi BASIC LIFE SKILLS untuk mereka di kemudian hari. Masa iya mau sekolah ke luar negeri tapi ga bisa cuci piring sendiri atau cuci baju sendiri nanti? 😛

2. ROBOT INVESTMENT
Investasilah di robot. Maksudnya? Teknologi sudah berkembang, sekarang sudah ada robot vacuum cleaner yang bahkan bisa dioperasikan saat kita lagi diluar rumah, ada dishwasher (mesin cuci piring), ada mesin cuci INCLUDING DRYER yang kalo keluar mesin ya udah kering siap pakai (berhubung dirumah aja ga perlu setrika kan?), bahkan sekarang udah ada robot pengelap kaca.

Robot pertamaku itu ecovacs deebot ozmo 920 dan ini salah satu investasi terbaikku. Aku puas sekali dengan kinerjanya, mau disuruh sapu pel puluhan kali sampe tengah malam juga ga akan kesel, ga perlu dikasih makan minum. Jadi kadang aku lagi dibawah, aku tinggal aktifin dari HP aja suruh deebot jalan bersihin lantai atas. Robot mahal? Coba dihitung. Harga aku beli deebot aku tuh 5.8 juta. Gaji ART sekarang UMR MINIMAL banget 2 juta, belom admin yayasan, belom makan minum toilettries (ngomelnya, keselnya, barang rusak dan lainnya). Nah, 3 bulan gaji udah dapet deh satu robot ecovacs deebot.

3. MAKE IT SIMPLE
Yang bisa dipermudah, ga usah dipersulit. Aku biasa makan pagi itu cuma protein shake dimana gizi semua sudah lengkap, low calories, dan kenyang sampe siang. Nah sembari aku minum protein shake, aku bisa sambil masak brunch buat anak-anak.

Lagi ga punya banyak waktu masak? Pesen gofood misalnya beli daging yoshinoya tapi sayurnya tumis dirumah sendiri. Jangan lupa setiap beli makanan diluar selalu panasin lagi ya.

Baju-baju dewasa, sprei, bedcover, cuci laundry aja diluar, jadi tau beres. Nah tapi baju-baju yang gampang luntur, underwear, baju-baju yang bagus ya cuci sendiri dirumah. Udah berkurang banyak kan bebannya?

Beli cleaning wet tissue. Sekarang sudah ada tissue basah antiseptic untuk membersihkan meja dapur, meja makan, kompor dan sekitarnya, jadi ga perlu cape cuci-cuci lap lagi, dijemur-jemur.

Ganti sapu dengan vacuum cleaner. Why? Karena sapu itu menurutku cuma menambah kotor aja, debunya masih tetep ada disitu, jadi kurang efektif aja. Sekarang udah banyak vacuum cleaner dengan harga terjangkau mulai harga 200 ribuan yang bisa jadi alternatif, karena toh sapu scotch brite yang aku beli aja harganya udah hampir 150 ribu 🙁

4. JANGAN MENUNDA
Menunda sesuatu itu akhirnya bikin jadi males buat ngerjain terus udah gitu jadi kesannya banyak banget kerjaannya, padahal salahnya kita sendiri yang tadinya bisa selesai dalam 5 menit, jadi harus 1 jam. Contohnya : selesai makan berempat, cuma ada 4 piring dan 8 pasang sendok garpu kan? Cuci aja langsung saat itu juga, jangan ditumpuk sampai nanti malam. Minta anak untuk tunggu sebentar. Ga akan sampai 10 menit kok kerjainnya, tapi satu per satu pekerjaan kamu selesai

5. ATUR PERENCANAAN (SCHEDULE)
Aku sering atur menu masak mingguan, jadi aku sudah prepare bahan-bahan yang harus dibeli, apa yang harus dimasak, kira-kira masak berapa lama. Selain itu diatur juga jadwal harian, misalnya besok jam 10 pagi harus daftar perpanjang passport online, tanggal sekian harus kemana. Bahkan aku sampai bikin perencanaan untuk hari besok, jadi kalau aku rasa besok aku mau bangun lebih siang, jadi malam ini aku akan sapu pel dulu, jadi besok pagi, semua sudah beres dan siap untuk Sammy sekolah. Semua jadwal aku masukkan dalam google calendar yang aku synchronize dengan smartwatch yang aku pakai 24 jam yang akan kasih notification ke aku, supaya aku ga lupa.

6. RUTINITAS
Dirumahku ada yang namanya routines/timetable. Jadi habis bangun tidur ngapain, habis belajar ngapain, habis lunch ngapain, tidur malam maksimal jam berapa dan seterusnya. Anak-anak terutama, perlu sekali adanya routines, jadi mereka tau what to expect next. Anak-anakku seperti sudah ada alarmnya, setelah brunch, mereka akan mandi, lalu main sebentar dan ga lama mereka mulai ngantuk dan akhirnya tidur siang. Saat mereka tidur siang 1 jam, aku bisa ikut tidur 30 menit, dan sisa 30 menitnya bisa dipakai mengerjakan pekerjaan lain atau me time. Dengan adanya rutinitas, mau dirumah atau dimanapun, semua akan berjalan normal aja seperti biasa karena kondisi mereka sudah auto-pilot.

source : pinterest

Itu dia 6 top tips happy tanpa ART dari aku yang aku harap bisa memberi pencerahan buat mommy-mommy yang sekarang lagi ga ada ART. Kita bisa kok tetap waras dan happy tanpa ART, cuma masalahnya belum biasa saja. ingat kata pepatan BISA KARENA TERBIASA. Kalau mommy-mommy di belahan dunia sana bisa survive tanpa ART, masa kita ga bisa, ya kan? Semangat ya!

Cheers,

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.