Waktu pertama kali aku dapet kepastian dari Daddynya anak-anak kalau kami bakal moving abroad dari Indonesia, ke Thailand, ada beberapa hal yang langsung aku lakukan. Bukan Mommy Sammy namanya kalau semuanya ga serba terencana dan wajib tau sampai ke detail-detailnya. Aku memang terbiasa untuk melakukan planning dan research setiap kali kami traveling, hanya saja dalam hal ini kami akan traveling dalam jangka waktu yang cukup lama yang berarti persiapannya juga harus lebih matang.

Nah, buat kalian yang juga punya rencana buat moving abroad atau relocating ke negara lain, mungkin bisa diintip step-by-step guide dari aku di post ini, mengenai apa aja sih yang perlu dilakukan sebelum pindah ke luar negeri.

1. Cari Networking di Negara Tujuan

Cari tau teman atau kenalan kamu yang mungkin tinggal di negara tersebut. Kalau ngga ada, coba contact teman-teman terdekat kamu, minta dikenalkan siapa tahu ada kenalan/temannya yang bisa dikenalkan ke kamu, yang tinggal di negara tujuan kamu.

Untuk kasus aku, kebetulan teman dekat aku yang tinggal di US, punya best friend orang thailand yang sama-sama tinggal di US juga. Dari bestfriendnya teman aku ini, aku dikenalin sama 2 orang thailand asli yang membantu aku untuk cari apartemen disana. Lalu ada suaminya ex-colleague aku juga yang ternyata punya teman yang married dengan orang thailand asli, jadi aku dikenalin juga untuk tau insight mengenai FB grup expat disana.

2. Research Mengenai Negara Tujuan

Kenali negara tu juan kamu mulai dari situasi politiknya, kondisi alamnya (apakah sering gempa bumi, tornado, banjir?), adat istiadat, kebiasaan lokal, sampai ke kondisi keamanannya. Karena kemungkinan besar disana kamu akan kemana-mana sendiri tanpa ART (asisten rumah tangga) dan helper, jadi kamu perlu tau apakah negara tersebut rasis atau ngga, aman atau ngga, untuk kamu bepergian sendiri.

Cari tau juga mengenai neighborhood disana. Maksudnya, di area mana biasa expat-expat tinggal (atau kalau kamu pindah ke western countries ya daerah expat Asian-nya). Seperti di Jakarta aja, kita sama-sama tau kan daerah Sudirman dan Selatan itu daerah tempat tinggalnya expat-expat. Hal ini akan memudahkan kamu beradaptasi untuk atleast setahun pertama karena biasanya di area sekitar situ pastinya ada toko-toko yang menyediakan kebutuhan barang-barang expat dan restoran-restoran yang menjual makanan expat.

3. Cari Sekolah Anak

Karena aku sudah ada anak yang bersekolah, jadi fokus utama aku selanjutnya adalah mencari sekolah anak yang bukan abal-abal. Aku ga mengejar sekolah no.1 tapi aku juga ga mau anakku masuk sekolah asal-asalan. Pastikan banyak cari review mengenai sekolah tersebut dari forum-forum (bacain setiap comment-commentnya). Tanya opini orang lokal, karena biasanya mereka tau info yang expat ngga tau. Cari tau mengenai silabus dan kurikulum sekolahnya, apakah sesuai dengan kemampuan anak dan apakah kalau pindah ke negara lain/balik ke Indonesia akan mudah mencari sekolah lanjutan?

Setelah kita memilih beberapa kandidat sekolah, segera bikin janji dan INTERVIEW SI PIHAK SEKOLAHNYA. Kita punya hak untuk cari tau sedetail-detailnya mengenai sekolah tersebut, karena bayarannya kan juga ga murah kan? Nah, pertanyaan apa aja sih yang harus ditanyakan ke pihak sekolah, nanti akan aku bahas ya di next post, sekalian aku cerita mengenai sekolah pilihan aku buat Sammy di Thailand.

4. Cari Tempat Tinggal

Jadi rule of thumbnya cuma ada dua : tempat tinggal dekat dengan kantor Daddy atau tempat tinggal dekat dengan sekolah anak. Kami memilih tempat tinggal dekat dengan sekolah anak, karena kebetulan area perkantoran dan area sekolahan cukup terpisah ujung ke ujung. Pertimbangannya, Daddynya anak-anak sudah dewasa, bisa dengan mudah navigate keliling kota sendiri. Tapi kasihan kalau anak-anak harus berlama-lama dijalan buat pulang pergi ke sekolah, bisa kecapean di jalan, belum lagi kalau hujan.

Area tempat tinggal baru diputuskan setelah sekolah anak fix dulu ya. Nah ini yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tempat tinggal :
– mau rumah, apartemen, hotel?
– harus dekat dengan public transport atau ngga?
– sistem pembayarannya lumpsum atau dibayar per bulan?
– furnished atau unfurnished?
– areanya dekat dengan Rumah Sakit dan supermarket ngga?
– sistem air, listrik, internet bagaimana?

5. Baby/Kids Products Availability

Kalau moving abroad dengan anak-anak, pastinya harus memastikan kalau barang-barang yang dipakai anak-anak di negara asal juga tersedia disana, seperti diaper, susu formula, sabun shampoo untuk kulit sensitif dan lain sebagainya. Kebetulan kedua anakku mengkonsumsi susu khusus, dimana Sammy cuma bisa minum susu nutrinidrink dan Samantha minum susu formula import Jepang. Kedua produk ini langsung aku cari di market place sana dan NGGA ADA! Jadi aku harus langsung ganti game plan, yaitu latih mereka untuk terbiasa dengan susu yang tersedia disana. Demikian halnya dengan sabun shampoo dan deterjen baju. Kebetulan kulit Sammy dan Samantha itu sangat sensitif, jadi disini mereka pakai sabun shampoo dan deterjen khusus. Maka dari itu, aku berarti harus planning bawa stock untuk 2-3 bulan disana sembari transisi dengan merk yang tersedia disana. Terdengarnya simple ya, tapi kalau amit-amit ga pakai persiapan dan ternyata anak-anak jadi eczema karena sabun shampoo asal beli disana, yang ada malah jadi disaster.

6. Translate Documents and Certificates

Ini salah satu tahapan yang penting dimana dokumen-dokumen penting seperti akte lahir, akte nikah, medical records, rapor sekolah, ijazah universitas semua harus diterjemahkan oleh PENERJEMAH TERSUMPAH. Tanpa disadari proses ini memakan waktu. Dokumen-dokumen ini biasa diminta oleh pihak employer di negara tujuan untuk pembuatan visa keluarga dan tentunya untuk proses penerimaan anak-anak di sekolah baru nanti. Termasuk juga kalau nantinya harus perpanjang passport dan visa di kedutaan besar di negara tujuan.

7. Jual, Sumbang, atau Kirim?

Saat memutuskan untuk moving abroad atau relocating, pastinya ga dalam jangka waktu hitungan bulan, bisa hitungan tahun, bisa juga ngga balik lagi ke Indonesia. Nah, perlu dipikirkan, barang-barang yang ada dirumah sekarang mau diapakan? Apakah mau disumbangkan atau mau dijual second untuk tambah-tambahan biaya disana? Atau justru malah mau dikirim kesana? Kalau mau dikirim kesana, perlu dipikirkan bukan hanya biaya kirimnya, tapi juga peraturan custom tax dan pajak setiap negara yang berbeda-beda. Kalau mau mudah, ya sewa aja perusahaan relocating. Biayanya ya pasti ngga murah, tapi kita terima beres dimana mereka akan packing semua barang kita disini dan unpack barang kita disana, termasuk bantu untuk urus semua urusan pajak.

8. Make a checklist

Aku membuat checklist untuk :
– barang-barang yang akan dibawa dari Indonesia kesana
– barang-barang yang harus dibeli disana

Di dalam checklist tersebut aku sertakan juga perkiraan harganya kalau harus beli, jumlahnya, dimana harus belinya (link). Dengan adanya checklist ini, akan mempermudah aku saat packing dan juga mengontrol budget saat harus ada barang-barang yang dibeli. Ada yang mau checklistnya?

9. Urus Liabilities di Negara Asal

Liabilities yang aku maksud adalah rumah, mobil, kartu kredit, pajak, asuransi dan lainnya. Perlu dipikirkan dan dipastikan misalnya rumah entah mau disewakan atau dijual, karena pastinya butuh proses mulai dari surat-suratnya, akta-aktanya. Kalaupun mau didiamkan, perlu diatur siapa yang nantinya akan bertanggungjawab untuk rutin bebersih, bayar listrik, air, PBB, karena kalau ga dirawat rutin pastinya akan jadi hancur. Sama halnya dengan mobil, kalau ga di maintain seperti dipanaskan atau dibawa keliling pastinya akan jadi rusak. Lalu perlu juga infokan seperti kartu kredit, atau kalau kamu subscribe newsletter yang masih ada pengiriman alamat surat menyurat yang dikirim ke rumah, perlu diurus secepatnya.

Pajak pastikan tidak ada yang tertunda dan semua sudah sistem online pelaporannya, just in case kamu misalnya punya reksadana atau saham. Kalau ada asuransi pastikan sampai batas mana coveragenya, karena biasanya begitu mereka tau kamu pindah ke luar negeri coveragenya ya invalid. Karena coverage worldwide biasanya berlaku kalau kamu tinggal di Indonesia dan mau berobat di luar negeri, bukan kamu tinggal lama di luar negeri. Jadi pastikan kamu pilih asuransi yang sesuai saat kamu sudah pindah ke negara tujuan.`

10. Mulai Join Local Expat Community

Sebagai expat pastinya nanti kita bakal banyak ngga taunya. Jadi akan lebih baik kalau mulai cari community dari sebelum pindah, jadi pas udah disana, kita ngga kesepian banget karena tau ada sesama teman seperjuangan yang pernah melewati perjalanan yang sama. Community expat pasti banyak dan mereka yang sudah lebih dulu disana pastinya tau lebih banyak tips dan trik yang kita belum tau, jadi it’s good to have friends sebelum kita landing di negara tujuan, supaya kita merasa lebih safe.

Nah, kira-kira itu sih persiapan yang selama ini sudah aku jalankan, karena urusan visa, tiket pesawat dan lainnya diurus oleh pihak employer suamiku. Untuk tips packing, nanti akan aku post terpisah aja ya. Kalau kamu, apa sih ultimate tipsnya, siapa tau aku bisa belajar nih dari para veteran?

Thank you for reading!

Cheers,

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.