Cara Membuat Passport Baby

Bulan Mei 2017, Sammy membuat passport untuk pertama kalinya di KANIM Soetta dan ternyata mudah kok. Walaupun belum ada rencana pergi, passport baby boleh dibuat dulu, jadi just in case ada emergency dan harus ke luar negeri (vaksin misalnya) sudah tidak perlu ribet lagi. Mommy Sammy mengurus semua sendiri tanpa menggunakan calo. Berikut Mommy jelaskan ya step-by-stepnya termasuk dokumen apa saja yang perlu disiapkan.


Proses singkatnya seperti ini : pas hari H, datanglah jam 7 pagi, babynya ga perlu dibawa dulu kasihan panas dan banyak asap rokok, lalu juga ga perlu antri bareng yang umum, karena antrian baby dan lansia diprioritaskan untuk masuk duluan. Jam 8 pagi sudah diperbolehkan mulai masuk, jam 10.30an sudah bisa pulang. 15 hari kemudian bisa diambil.

 

✈️  Dokumen asli yang perlu disiapkan :

  • KTP kedua ortu
  • Passport kedua ortu
  • Akte Nikah
  • Akte lahir anak
  • Kartu Keluarga


✈️ Dokumen Fotocopy yang perlu disiapkan (masing-masing 2 lembar):

  • KTP kedua ortu (fotokopi 1 lembar utuh, jangan digunting)
  • Passport depan kedua ortu
  • Akte Nikah
  • Akte lahir anak
  • Kartu Keluarga

✈️ Alur Proses :

  • Datang pagian sekitar jam 7 kurang, demi dapat parkir, kalau kesiangan harus ke parkir inap di seberang
  • Minta Map kuning yang isinya form yang harus diisi dan surat pernyataan ortu yang harus ditandatangani
  • Setelah masuk, duduk di kursi tunggu. Antri dipanggil sesuai urutan bangku (ga ambil no antrian)
  • Siapkan dokumen asli ya
  • Dipanggil untuk cek kelengkapan dokumen lalu dapat no antrian foto. Antri foto agak lama nih, jadi bisa menyusui di nursing room (yes KANIM SOETTA ada nursing room).
  • Foto. Lamaaaaa banget, karena babynya harus didudukin di meja. Waktu itu Sammy belum bisa duduk, jadi Mommy disuruh pegangin perutnya dan badan Mommy harus ke samping biar ga ikut kefoto. Nah kepala Sammy ogel-ogel gitu kan, jadi hasilnya either blur atau ga fokus. Rempong pokoknya. Tapi tenang, petugasnya sudah siap dengan segala macam mainan supaya anaknya lihat ke kamera kok
  • Selesai foto dan cek dokumen di dalam, Mommy dikasih kertas untuk bayar. Nah, ini sudah boleh pulang ya dan ambil 15 hari kerja (Sammy applynya e-passport)
  • Bayar di bank, simpan bukti bayarnya untuk pengambilan passport nanti
  • Setelah 15 hari kerja, datanglah sekitar jam 1-3 sore untuk pengambilan, bawa bukti bayar dan KTP mama/papanya. Kalau mau diambilkan sama selain ortu, jangan lupa surat kuasa yang bermaterai dan ditandatangani oleh ortu ya


✈️ TIPS :

  • Begitu pintu dibuka, buru-buru ambil kursi deretan depan, karena dipanggil urutan kursi, bukan per kedatangan 😅
  • Map kuning dan formnya minta sama petugas yg atur-atur di depan pintu masuk
  • Isi form map kuning, PAKAI TINTA HITAM. Saya ga tahu dan isi pakai tinta biru awalnya, jadi akhirnya timpa lagi deh pakai tinta hitam, dan kelewat satu nomor antrian
  • Fotokopi siapkan semua dari rumah, karena fotokopi disana mahal, 2000 rupiah per lembar
  • Surat pernyataan ortu yang ditandatangani HARUS beli dari tempat fotokopian disana 😒 modus banget ya, padahal harusnya gratis kan
  • Kalau sampai harus parkir di parkir inap seberang, bayarnya flat 30,000 rupiah per 4 jam, jadi kalau hanya 2 jam ya tetep bayar segitu
  • Waktu pengambilan passport, bukti bayar dan kertas pengambilannya jangan lupa di stapless, dan langsung taruh keranjang. Again, ga ada nomor antrian. Siapa cepat taruh, dia dipanggil duluan
  • Ada 2 jenis passport, passport biasa (7 hari kerja) dan e-passport (15 hari kerja). Semua pengambilan dimulai jam 1 siang sampai jam 3 sore


Overall ga susah kok untuk buat passport sendiri tanpa calo, cuma susah cari parkir saja sedangkan kalau bawa baby kan ribet kalau parkir di parkir inap, secara jauh dan harus menyebrang jalan gede banget. Lalu bagusnya di KanIm soetta ini ada nursing roomnya, tapi ga ada AC atau apapun, jadi serasa sauna 😝 Nah, sekian sharing  Mommy Sammy, kalo ada yg mau tanya-tanya silahkan comment aja ya. Happy Holiday!

 

Cheers,

Mommy Sammy