Mengatur waktu setelah kelahiran bayi sering menjadi ketakutan sendiri untuk para ibu baru, apalagi yang tidak punya nanny/babysitter dan akan full-time mengurus anak sendiri tanpa bantuan orangtua. Saat Sammy belum lahir, saya justru berpikir santai karena saya pikir bayi newborn akan lebih banyak tidur dan saya bisa santai mengatur waktu pasca melahirkan. Reality : wrong!

Setelah Sammy lahir, saya hanya berdua dirumah dengan Sammy karena kebetulan Daddy Sammy cuma bisa cuti beberapa hari untuk cuti istri melahirkan. Kebetulan juga saya tinggal tidak dengan orangtua dan orangtua tidak ada yang menginap untuk membantu saya dirumah. Jadi mulai dari memandikan bayi, memakaikan bedong, membersihkan poonami baby, mengatasi baby yang colic, semua saya struggling sendiri dengan suami. Luckily, saat itu saya ada ART yang mengurus rumah tangga sehingga bisa membantu untuk menyapu, mengepel, cuci piring, cuci baju. Semua urusan yang menyangkut Sammy dan perkakasnya, saya kerjakan sendiri. Dengan keadaan seperti ini, yes saya extremely exhausted, tapi sisi positifnya saya jadi lebih capable dalam mengurus anak.

Nah, sebulan pertama itu menurut saya very stressful. Yang menambah stress itu karena Sammy kena colic (baca postingan saya tentang baby colic disini), dan belum lagi seminggu pertama ASI saya belum keluar. Saat itu orangtua dan mertua saya terus menerus menanyakan soal ASI, dimana itu membuat saya felt inferior. Waktu Sammy baru lahir, suami saya sebagai first time dad juga mungkin masih belum bisa beradaptasi dengan baby. Jadi saya betul-betul saya merasa lonely dan depresi karena semua saya alami sendiri. Sekitar sebulan saya mengalami baby blues (saya bahas lebih lanjut di post lain). Selain kondisi mental yang drop, tubuh fisik saya juga belum sepenuhnya recovery. Bekas jahitan vagina masih terasa sakit sampai 2 mingguan, badan meriang setiap hari karena harus bergadang mengurus Sammy, nipple payudara lecet berdarah-darah, lengkap sudah penderitaan saya.

Tapi, setelah lewat sebulan, saya mulai merasa lebih percaya diri dan lebih tenang dalam mengurus Sammy. I figured out everything on my own. Menemukan sendiri ritme mengurus anak sendiri, mengurus suami, dan mengurus diri sendiri. Nah, berawal dari perjuangan stressful saya selama sebulan, saya mau sharing tips dan trick saya supaya Mommies ga terlalu stressful seperti saya.

  1. Batasi Tamu Yang Datang Berkunjung
    Mulai dari saudara sampai teman pasti banyak mau melihat si baby. Tapi tanpa disadari ini cukup melelahkan loh untuk para ibu, karena pastinya harus menemani si tamu minimal sejam. Dalam satu jam ini banyak yang bisa dikerjakan ibu, entah mencuci breastpump, pumping, makan, bahkan tidur. Jadi, buat kesepakatan dengan tamu untuk datang berkunjung saat weekend, dimana suami bisa ikut menemani tamu
  2. Batasi Melihat Instagram Post Selebgram
    Saya sungguh antipati dengan mommygram di instagram. Awalnya saya berpatokan dari post mereka, mulai dari produk-produk bayi sampai perkara ASI. Nyatanya, itu justru membuat saya stress. Saya stress saat melihat ASI mereka berlimpah dan baby mereka bisa anteng, sedangkan keadaan saya ga seperti itu. Satu hal yang saat itu ga terpikir, most of them itu di-endorse, sehingga sejujur-jujurnya mereka memberikan review pastinya tidak akan jujur blak-blakan. Lalu ga perlu merasa terintimidasi oleh postingan cantik mereka karena pastinya semua juga sudah disetting dengan kamera dan kondisi dimana waktunya pas lagi anak anteng. Karena saya yakin real life mereka mungkin tidak semulus instagram post mereka. Jadi, fokus saja dengan kondisi sendiri dan FILTER SETIAP SARAN yang masuk.
  3. Siapkan Makanan Untuk 24 jam
    Mencari waktu untuk makan itu sulit sekali saat Sammy baru lahir, sedangkan supaya ASI tetap bisa diproduksi, saya perlu makan. Jadi saya biasanya menyiapkan sepanci sayur, sepanci kacang hijau, sekotak makan buah, berbotol-botol air minum, di sebelah kamar saya. Saya makan per 3 jam sekali termasuk saat jam 1 pagi, karena percayalah, Mommies akan sangat kelaparan saat menjadi ibu menyusui, lebih parah dari saat hamil. Preparation is the key for a smooth day
  4. Tidak Perlu Mencuci Breastpump Setiap Habis Pakai
    Fresh ASI perah itu bisa bertahan diluar ruangan dengan suhu kamar selama 4 jam dan dikulkas selama 2-3 hari. Awal-awal saya selalu cuci dan steril semua spareparts setiap habis pumping, yang akhirnya saya lelah sekali. Lalu saya berpikir, kalau ASI saja bisa bertahan 4 jam dengan suhu kamar, why not dengan spareparts breastpump.Jadi, siapkan kotak kedap udara seperti tupperware atau lock’n’lock. Setiap habis pumping, masukkan corong dan spareparts lain ke dalam kotak kedap udara, lalu masukkan ke kulkas. Malam hari saat baby tidur, baru mulai cuci dan steril peralatan pumping. Oh ya, kalau ada dana lebih, investasi beli corong dan valve tambahan sehingga tidak perlu pusing kejar-kejaran waktu mencuci steril peralatan breastpump
  5. Multitask
    Saya sepertinya sudah menguasai ilmu ini sejak lama, tapi sejak Sammy lahir, bakat multitasking saya semakin canggih. Salah satu multitask yang saya sarankan adalah nursing while pumping. Misalnya ibu menyusui anak di payudara kiri, nah payudara kanan bisa sambil pumping. Saya biasanya pakai bantal menyusui untuk menahan badan Sammy dan paha saya untuk menahan botol yang menampung hasil pumping. Percayalah, ini saving time banget. Sekali pumping untuk awal-awal itu bisa takes 30 menit sampai 1 jam PER PAYUDARA. Jadi bayangkan kalau masing-masing dikerjakan sendiri-sendiri.Jika sudah bisa nursing while pumping, tingkatkan level ke sambil makan buah. See, hitting 3 birds with one rock. Jadi selesai nursing, perut sudah terisi untuk produksi ASI di jam berikutnya, dan payudara yang satu juga sudah dikosongkan untuk bisa produksi lagi. Hasil perahan ASI bisa disimpan dulu di botol pumping tadi kalau mau diberikan ke baby selama 4 jam kedepan, atau kalau mau langsung disimpan tinggal masukkan ke botol ASI untuk disimpan di kulkas. Level selanjutnya : buang air kecil sambil gendong baby
  6. Tidur Saat Anak Tidur Siang
    Bayi newborn itu hobinya tidur, this is a fact. Dalam sehari biasa mereka bisa tidur 16-18 jam. Nyatanya, ada babies yang tidur malam tidak bisa nyenyak mungkin karena colic atau sedang growth spurt. Jadi, take a nap di salah satu atau salah dua jam tidur baby saat siang hari. Biasanya saya ikut tidur saat Sammy habis jemur dan mandi pagi. Itu cukup untuk saya bisa fully functioned sampai malam nanti. Di jam tidur Sammy berikutnya, saya memilih untuk cuci botol-botol Sammy atau cuci baju Sammy. Saat malam hari, saya merasa lebih sulit tidur karena Sammy mulai colic jam 9 malam dan tidur harus sambil dipeluk. Jam tidur saya sebulan pertama sekitar 3-4 jam sehari
  7. Basket For Everything
    Basket is my bestfriend. Saya punya basket hampir di penjuru ruangan dirumah. Entah basket berisi peralatan breastfeeding (baca post saya disini), basket berisi peralatan ganti diaper Sammy, sampai basket berisi vitamin-vitamin dan snack saya. Siapkan basket-basket ini di kamar tidur, di dekat sofa, di kamar anak, dimanapun yang biasanya ibu berada. Jadi saat diperlukan, ga perlu panik mencari barang A B C ada dimana, karena semua sudah ada didekat ibu.
  8. Gunakan Benda-Benda Yang Bisa Membuat Hidup Lebih Praktis
    Salah satu benda yang saya suka adalah bedong instant dan sleeping bag. Saya benci sekali membedong, karena menyulitkan saya saat mau mengecek diaper dan mengganti diaper. Either anak nangis karena kelamaan buka atau nangis karena lagi tidur terbangun karena mau dicek diapernya. Sleepsuit tutup tangan dan kaki! Di malam hari saat mata susah dibuka, the last thing you want is finding socks and mittens yang hilang entah kemana. Electric breastpump (Spectra S1) yang bisa saya bawa kemana-mana dan ada timernya sehingga bisa mati sendiri setelah 30 menit. Ga terbayang kalau saya harus memerah ASI dengan tangan atau dengan pompa ASI manual. Investasilah di benda-benda yang bisa memudahkan hidup.
  9. Perawatan Pasca Melahirkan : Breast Massage
    Saya ambil paket di dian mustika sebanyak 14 kali. Inti dari perawatannya sih dipijat supaya ibu jadi lebih relax dan ga tegang. Sehabis melahirkan, pasti setiap ibu kena masuk angin, no matter how many confinements you take. Wajar ya karena kan begadang hampir tiap hari, kecuali yang punya babysitter untuk jaga. Saya fokus di breast massage saat dalam perawatan ini. Awal-awal sehabis melahirkan terutama anak pertama, pori-pori nipple yang terbuka masih satu sehingga menyusui pasti sakit karena aliran yang masih pelan membuat anak yang sudah haus kelaparan ga sabar. Dengan rajin breast massage, produksi ASI lebih lancar, pori-pori juga akan terbuka lebih banyak, dan juga mencegah mastitis
  10. Lengkapi Kebutuhan Groceries Sebelum Melahirkan
    The last thing you want is running out of shampoo or soap when you are exhausted already with taking care the baby. Saya sadar kalau sebulan pertama sehabis melahirkan, saya tidak akan bisa keluar rumah. Not because of the tradition, tapi karena saya ga akan ada waktu untuk itu. Jadi, belanjalah kebutuhan rumah untuk sebulan kedepan seperti snacks, sabun, shampoo, tissue, pembalut, dan kebutuhan lain sehingga ibu ga perlu repot beli-beli jika habis mendadak.
  11. Lower Down Your Standard
    Saya termasuk orang yang perfeksionis. Saya ini seorang yang clean-freak. Saya bahkan lebih suka hidup tanpa ART just because I feel irritated when they don’t meet my standard. Satu hal yang saya pelajari sebagai ibu baru adalah sometimes it’s okay to lower down my standard. Saya belajar untuk lebih cuek. Tidak perlu semua baju disetrika, cukup baju untuk pergi. It’s okay kalau meja makan berantakan karena dapat waktu buat makan saja sudah bagus. Untuk orang-orang seperti saya, pasti akan merasa annoyed dengan keadaan yang tidak berjalan sesuai standard, tapi ya demi kesehatan mental diri sendiri, harus belajar untuk lebih legowo. Hal ini juga berlaku untuk suami ya. Sampai saat ini saya juga masih belajar untuk menerima kalau tidak bisa mengharapkan new father untuk bisa adjust peran barunya secepat seorang ibu. Hanya satu banding seribu new fathers yang bisa perfectly jadi ayah seperti di film-film hollywood. Apapun usaha mereka, even hanya menggantikan diaper atau memberi susu, appreciate it.

Satu bulan pertama hidup saya menjadi full-time mom memang berat sekali. Semua harus saya hadapi sendiri dan semua issue harus saya cari solusinya sendiri. Tapi saya bangga dan puas sekali dengan hasil kerja keras saya. Saya jadi lebih confident dalam mengurus anak. Saya 100000% mengenal anak saya sendiri. Masuk bulan kedua, saya yakin Mommies akan lebih santai dalam mengatur jadwal. Sisi negativenya ya saya lelah luar biasa, tapi karena saya melakukannya dengan hati, rasa lelah itu terbayar semua dengan melihat anak yang tumbuh sehat. Jika saya bisa mengulangi lagi, saya akan tetap memilih mengurus anak saya sendiri tanpa nanny. Life after having a baby is difficult, but it’s worth doing and indeed DOABLE. Semangat Mommies!

Cheers,

Mommy Sammy